Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Disnaker Usul Dua Nilai Alfa, UMK Bintan 2026 Diprediksi Rp 4.508.407 atau Rp 4.583.221

Slamet Nofasusanto • Sabtu, 20 Desember 2025 | 12:00 WIB
Kadisnaker Bintan, Ii Santo.
Kadisnaker Bintan, Ii Santo.

batampos- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bintan mengusulkan dua nilai alfa Upah Minimun Kabupaten (UMK) Bintan tahun 2026.

"Kami rekomendasikan dua nilai alfa," kata Kadisnaker Bintan, Ii Santo setelah rapat Dewan Pengupahan di Kantor Disnaker Bintan, Bintan Buyu, Jumat (19/12).

Ia mengatakan bahwa Dewan Pengupahan Bintan mengusulkan nilai alfa 0,5 dan 0,7.

Hal ini sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2025 Tentang Pengupahan, yang menetapkan range nilai alfa 0,5 hingga 0,9.

"Nilai alfa yang kita usulkan 0,5 dan 0,7," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa dua nilai alfa tersebut akan segera direkomendasikan ke Bupati Bintan, Roby Kurniawan.

"Secepatnya kita sampaikan ke Pak Bupati," pungkasnya.

Berdasarkan data dari Disnaker Bintan menunjukkan bahwa UMK Bintan 2025 Rp 4.207.762 dengan pertumbuhan ekonomi Bintan di angka sekitar 8,89 persen dan inflasi Kepri sekitar 2,70 persen.

Rumusan UMK tahun 2026 adalah (inflasi + ((Pertumbuhan Ekonomi x alfa)) x UMK tahun sebelumnya.

Jika nilai alfa 0,5, UMK Bintan 2026 diprediksi Rp 4.508.407.

Sedangkan jika nilai alfa 0,7, UMK Bintan 2026 diprediksi Rp 4.583.221.

Sementara itu, Penasehat SBSI Bintan, T Sianturi mengatakan mereka mengusulkan nilai alfa 0,7, sementara Apindo usul 0,5.

Dia berharap pemerintah daerah mengaktifkan tim pengendali inflasi biar kebutuhan pokok terjamin dan terpenuhi.

"Ini bukan cuma soal buruh, tapi hajat hidup orang banyak," katanya.

Wakil Ketua Apindo Bintan, Anton Setiawan mengatakan bahwa Apindo mengikuti aturan sesuai PP.

Dalam pembahasan, ia mengatakan bahwa Apindo lebih menekankan nilai alfa sebagai komponen yang menafsir peran serta tenaga kerja dalam pertumbuhan ekonomi.

Ia menilai pertumbuhan ekonomi Bintan lebih banyak dipengaruhi oleh investasi dan perusahan di Bintan lebih padat modal bukan padat karya.

"Karena padat modal, jadi kita mengusulkan 0,5 dari range 0,5 sampai 0,9," ujarnya.

"0.5 kenaikannya lebih besar dari tahun lalu. Kalau tidak salah sekitar 7 persen sekian," tambahnya.

Dia berharap semua pihak membantu menjaga iklim investasi di Bintan.

"Iklim ekonomi dan suasana kerja harus dijaga, biar investor tenang dan makin banyak yang masuk," pungkasnya. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#UMK 2026