Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Parkir Ditertibkan, Bus Sekolah Hinterland Diluncurkan

Arjuna • Rabu, 31 Desember 2025 | 08:15 WIB

Kepala Dinas Perhubungan kota Batam Leo Putra melihat 4 unit Bus Sekolah yang siap dioperasikan di wilayah hinterland, Kecamatan Galang,  Selasa (30/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos
Kepala Dinas Perhubungan kota Batam Leo Putra melihat 4 unit Bus Sekolah yang siap dioperasikan di wilayah hinterland, Kecamatan Galang, Selasa (30/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos
Batampos - Pemerintah Kota (Pemko) Batam mereformasi layanan publik melalui dua sektor yang selama ini luput dari sorotan utama, yakni parkir dan transportasi pendidikan wilayah hinterland. 
 
Langkah tersebut ditandai dalam kegiatan penyematan rompi dan kelengkapan juru parkir serta penyerahan empat unit bus sekolah, yang digelar di Halaman Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Batam, Selasa (30/12/2025) kemarin.
 
Amsakar mengatakan, kebijakan bus sekolah gratis merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah menghadirkan layanan publik yang adil dan merata hingga ke wilayah pinggiran.
 
"Melalui APBD, kami tidak ragu menghadirkan bus sekolah gratis bagi masyarakat hinterland. Ini bukti kehadiran pemerintah agar anak-anak Batam, di mana pun mereka tinggal, tetap mendapat akses pendidikan yang setara," katanya. 
 
Baca Juga: Bupati Anambas Imbau Orang Tua Perketat Pengawasan Anak Saat Malam Tahun Baru
 
Penyediaan bus sekolah sejalan dengan misi pengembangan sumber daya manusia. Selain transportasi gratis, Pemko Batam juga menjalankan program seragam sekolah gratis, beasiswa bagi siswa berprestasi, beasiswa anak hinterland yang diterima di perguruan tinggi negeri, serta bantuan pendidikan bagi keluarga tidak mampu.
 
Ia juga mau pembenahan sektor parkir sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan yang bersih. Ia menyebu, juru parkir sebagai garda terdepan dalam menopang PAD, tapi mengakui masih adanya kebocoran yang bersumber dari persoalan mental dan integritas.
 
“Pembenahan harus dimulai dari sikap dan mental. Atribut yang rapi harus dibarengi dengan kinerja dan integritas,” ujar dia.
 
Baca Juga: Gleneagles Hospital Johor Hadirkan Fasilitas Internasional, Beri Kemudahan Pasien dari Batam
 
Amsakar mengapresiasi kinerja Dishub Batam yang berhasil meningkatkan PAD parkir dari sekitar Rp11 miliar menjadi Rp15 miliar. Capaian tersebut menunjukkan potensi besar yang selama ini belum tergarap optimal.
 
“Target Rp20 miliar bukan hal yang mustahil jika dilakukan secara bertahap dan terukur. Sejarah tidak mencatat kerja yang biasa-biasa saja, melainkan terobosan yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujar dia. 
 
Kepala Dishub Batam, Leo Putra, mengatakan, terdapat dua agenda strategis yang dijalankan sekaligus. Pertama, penyerahan atribut resmi kepada 593 juru parkir yang telah terintegrasi dan terdaftar secara resmi dalam sistem Dishub Batam.
 
“Para jukir dibekali sepatu, tas pinggang, rompi, topi, dan perlengkapan lainnya. Ini bukan sekadar atribut, tetapi bagian dari upaya menata perparkiran agar lebih tertib, profesional, dan bertanggung jawab,” katanya. 
 
Penataan sektor parkir diakui masih jadi PR lama pemerintah daerah. Selama bertahun-tahun, sektor ini kerap disebut sebagai sumber kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD). Akan tetapi, hingga Desember ini, Dishub Batam mencatat realisasi PAD parkir mencapai Rp15 miliar atau sekitar 75 persen dari target Rp20 miliar, meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.
 
“Selama ini target PAD parkir sulit tercapai. Dengan pembenahan sistem dan sumber daya manusia, kami optimistis ke depan target Rp20 miliar bisa direalisasikan,” ujar Leo. 
 
Ke depan, Dishub Batam juga akan memperkuat kerja sama dengan aparat penegak hukum, termasuk kepolisian dan kejaksaan, untuk menertibkan praktik parkir ilegal.
 
Agenda kedua adalah penyerahan empat unit bus sekolah gratis untuk wilayah hinterland, khususnya Kecamatan Galang. Armada baru ini akan melayani rute dari Jembatan I hingga Jembatan VI, menggantikan bus lama yang sudah tidak layak beroperasi.
 
“Seluruh biaya operasional bus sekolah ini ditanggung Pemerintah Kota Batam. Ini bentuk dukungan nyata agar anak-anak di hinterland tetap memiliki akses transportasi pendidikan yang layak,” kata Leo. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak
#parkir #pad batam #Bus Sekolah Hinterland