Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Puncak Arus Nataru di Hang Nadim Ditutup, Ada 113 Extra Flight dengan Rute Cengkareng Terpadat

Yashinta • Senin, 5 Januari 2026 | 19:30 WIB

Direktur Operasi Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Anton Marthalius, mengatakan penutupan posko berjalan lancar tanpa insiden berarti dalam penutupan posko, Senin (5/1/2026). F Yashinta/Batam Po
Direktur Operasi Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Anton Marthalius, mengatakan penutupan posko berjalan lancar tanpa insiden berarti dalam penutupan posko, Senin (5/1/2026). F Yashinta/Batam Po

Batampos - Bandara Internasional Hang Nadim Batam mencatat dua puncak pergerakan penumpang selama masa Posko Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Puncak arus keberangkatan terjadi pada 24 Desember 2025, sedangkan puncak arus balik berlangsung pada 3 Januari 2026.

Direktur Operasi Bandara Hang Nadim Batam, Anton Marthalius, menjelaskan puncak pertama mencatat 15.743 penumpang dengan 103 pergerakan pesawat. Sementara puncak kedua lebih tinggi, yakni 18.033 penumpang dengan 109 pergerakan pesawat.

"Jadi ada dua kali peak, yakni saat keberangkatan dan saat kepulangan penumpang," jelas Anton.

Guna mengantisipasi lonjakan penumpang, Bandara Hang Nadim melayani penerbangan tambahan atau extra flight. Dari 157 pengajuan penerbangan tambahan oleh maskapai, sebanyak 113 penerbangan terealisasi.

Baca Juga: Posko Nataru Bandara Hang Nadim Ditutup, 244 Ribu Penumpang Dilayani Selama 19 Hari

Menurut Anton, realisasi extra flight sangat bergantung pada tingkat penjualan tiket. Jika permintaan penumpang rendah, penerbangan tambahan tidak dijalankan.

Berdasarkan data bandara, rute tujuan terbanyak selama Nataru adalah Cengkareng dengan sekitar 35.000 penumpang. Disusul Kuala Namu (20.000 penumpang), Pekanbaru (16.000), Surabaya (8.700), Palembang (8.400), dan Padang (7.700).

Dari sisi maskapai, Lion Air menjadi penyumbang penumpang terbesar dengan porsi 39 persen. Kemudian Citilink 24 persen, Super Air Jet 20 persen, Garuda Indonesia 6 persen, dan Batik Air 5 persen. Tingkat keterisian kursi atau load factor rata-rata mencapai 78 persen, sejalan dengan rata-rata nasional.

Anton juga menyebutkan bahwa komplain penumpang selama Nataru masih dalam batas wajar dan umumnya terkait keterlambatan penerbangan. Faktor cuaca pun dipastikan tidak menjadi kendala operasional selama masa posko. Selama 19 hari layanan operasional Nataru, posko ini resmi ditutup per hari ini. (*)

 

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Puncak Arus Nataru #hang nadim batam