Batampos - Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra memimpin langsung survei lapangan tim gabungan Pemko dan BP Batam di sejumlah titik di Kecamatan Nongsa, Rabu (7/1/2026) lalu.
Peninjaun ini bertujuan melihat perkembangan penanganan sampah dan mencari opsi lokasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
Li Claudia mengatakan, peninjauan difokuskan pada pembaruan kondisi TPS serta akses menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur. Ia mengungkapkan, salah satu titik rawan kemacetan yaitu jalan tanjakan menuju TPA kini telah selesai dibeton.
“Kemarin saya meninjau lokasi TPS sementara sekaligus update terbaru dari TPA Telaga Punggur. Jalan tanjakan yang selama ini menjadi salah satu penyebab kemacetan kini sudah kami beton,” katanya, Jumat (9/1/2026).
Baca Juga: Kontainer Tertahan di Pelabuhan Batuampar, PT BBRI PHK 300 Pekerja
Menurutnya, pemerintah tetap berkomitmen mempercepat berbagai solusi penanganan sampah di Batam. “Kami terus berkomitmen dan tetap semangat dalam menyelesaikan masalah sampah di Kota Batam. Batam bersih bukan lagi harapan, tapi tujuan kita bersama,” lanjut Li Claudia.
Sementara itu, Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, menyebutkan, dari survei itu, mereka menemukan beberapa opsi lahan yang berpotensi digunakan sebagai lokasi TPST. Namun, hasil awal menunjukkan ketersediaan lahan masih jauh dari kebutuhan ideal.
“Dari survei kemarin, ada beberapa opsi lahan untuk TPST. Tapi masih dikaji dulu oleh teman-teman lahan. Kita butuhnya 4.000 meter persegi, tapi hasil survei baru dapat sekitar 700 meter persegi,” katanya.
Ia menyampaikan, BP Batam akan berdiskusi lebih lanjut dengan tim lahan dan membuka peluang dukungan dari pelaku usaha. Salah satunya melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR untuk penyediaan lahan.
Baca Juga: Dilepas Wakil Bupati, Perwira Penghubung Kodim Natuna Pindah Tugas di Kodam XIX Tuanku Tambusai
“Kita mau minta CSR pengusaha untuk memberikan lahan mereka. Semoga ada yang mau menyumbangkan. Dua ribu meter persegi sebenarnya masih bisa kita olah, namun kurang maksimal karena lahan di Batam sudah tidak ada lagi," katanya.
Kolaborasi dengan pihak swasta menjadi penting dalam menghadapi keterbatasan lahan dan anggaran. “Saat ini kita selalu merangkul pengusaha Batam untuk bisa membantu kami selama kepemimpinan Pak Amsakar Achmad dan Ibu Li Claudia Chandra. Karena jika hanya mengandalkan kemampuan pemerintah dari sisi anggaran dan birokrasinya, itu cukup rumit,” ujar Mouris.
Pihaknya menyampaikan, bahwa survei ini menjadi bagian dari upaya Pemko dan BP Batam untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah dan menjawab berbagai persoalan yang selama ini menghambat operasional TPA dan TPS. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak