Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Cuaca Ekstrem Ganggu Pelayaran, Jadwal Kapal Roro Punggur–Uban Diusulkan Diperjarang

Yashinta • Jumat, 9 Januari 2026 | 21:54 WIB
Kapal Roro sandar di Pelabuhan Telaga Punggur, Batam. Cuaca buruk di perairan Kepri membuat jadwal penyeberangan rute Punggur–Uban diusulkan berubah menjadi setiap 1,5 jam. F. Yashinta/Batam Pos
Kapal Roro sandar di Pelabuhan Telaga Punggur, Batam. Cuaca buruk di perairan Kepri membuat jadwal penyeberangan rute Punggur–Uban diusulkan berubah menjadi setiap 1,5 jam. F. Yashinta/Batam Pos

batampos – Kondisi cuaca ekstrem yang melanda perairan Kepulauan Riau mulai berdampak pada kelancaran transportasi laut. Untuk menjaga keselamatan pelayaran, jadwal keberangkatan kapal roll on–roll off (Ro-Ro) rute Pelabuhan Telaga Punggur–Tanjung Uban diusulkan diperjarang dari setiap satu jam menjadi setiap 1,5 jam.

Usulan tersebut muncul menyusul keterlambatan operasional kapal akibat gelombang tinggi dan angin kencang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di lintasan Batam–Bintan.

Syahbandar Pelabuhan Punggur, Deni Cahyadi, mengatakan penyesuaian jadwal diusulkan mulai diberlakukan dalam waktu dekat. Jika sebelumnya kapal berangkat setiap satu jam, kini interval keberangkatan diusulkan menjadi setiap satu setengah jam.

“Kapal Ro-Ro tujuan Tanjung Uban mulai besok sudah kami usulkan. Dari yang sebelumnya setiap satu jam, menjadi per satu setengah jam, mulai pukul 06.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB,” ujar Deni, Jumat (9/1).

Menurutnya, perubahan jadwal tersebut bersifat sementara dan akan dievaluasi sesuai kondisi cuaca di lapangan. Apabila cuaca belum membaik dan keterlambatan masih terjadi, interval keberangkatan berpotensi kembali diubah.

“Sampai cuaca membaik. Kalau ternyata masih belum optimal dan tetap terlambat, bisa saja nanti diubah lagi menjadi per dua jam,” jelasnya.

Deni memastikan penyesuaian jadwal tidak akan merugikan penumpang. Sistem penjualan tiket, termasuk tiket daring, akan disesuaikan dengan jadwal keberangkatan terbaru.

“Tidak berpengaruh ke penumpang. Tiket online akan dibuka sesuai jam keberangkatan. Ini juga bukan jadwal yang sifatnya tetap, tetapi menyesuaikan kondisi cuaca,” katanya.

Ia menambahkan, usulan penyesuaian tersebut berlaku untuk seluruh armada kapal Ro-Ro rute Punggur–Tanjung Uban. Namun secara kewenangan, penetapan jadwal resmi tetap berada di bawah Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD).

Sementara itu, General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Batam, Andri Kurniawan, mengatakan pihaknya masih menunggu terbitnya notice to mariner serta standar operasional prosedur (SOP) resmi dari instansi terkait.

“Kami masih menunggu SOP dan notice to mariner-nya. Dasarnya nanti dari BPTD yang akan menerbitkan jadwal,” kata Andri.

Ia menyebut ASDP pada prinsipnya siap mengikuti kebijakan penyesuaian jadwal tersebut. Bahkan, pengurangan jumlah perjalanan dinilai perlu agar operasional tetap aman hingga sore hari.

“Rencananya memang keberangkatan per satu setengah jam. Normalnya ada 13 trip, kemungkinan akan dikurangi menjadi 11 trip supaya tetap bisa beroperasi sampai sekitar pukul 18.00 WIB, tidak sampai malam seperti sekarang karena faktor cuaca,” ujarnya.

Hingga kini, jadwal resmi yang diterbitkan BPTD masih dalam tahap pembahasan bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta para pemangku kepentingan.

“Kami masih menunggu informasi final. Kalau sudah disepakati dan diterbitkan, baru akan diumumkan ke masyarakat,” katanya.

Di sisi lain, Kasi Sarana BPTD Kepulauan Riau, Frans Dedi, menyatakan pihaknya belum menerima surat resmi terkait pengajuan perubahan jadwal kapal Ro-Ro tersebut.

“Belum ada surat yang kami terima. Sampai sekarang belum ada pembahasan dan belum ada dasar resmi untuk itu. Kami malah baru tahu dari informasi lisan,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui adanya komunikasi informal terkait rencana penyesuaian jadwal akibat cuaca buruk. Namun, perubahan jadwal baru dapat diberlakukan setelah ada pengajuan dan pembahasan resmi.

“Kalau dasarnya belum ada, tentu belum bisa direalisasikan. Kami masih menunggu surat dan pengajuan resminya,” pungkasnya. (*)

Editor : M Tahang
#kapal roro