Batampos - Perumahan Pinang Mas Residence Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau mengeluhkan kondisi air bersih yang tidak kunjung mengalir hingga berbulan-bulan.
Akibatnya, warga di perumahan Jalan Raja Haji Fisabilillah, Kelurahan batu 9 tersebut terpaksa bergantung pada pembelian air tangki untuk kebutuhan sehari-hari mereka.
Kondisi ini sudah terjadi sejak Oktober 2025. Warga menyebut bahwa tidak mengalirnya air ke rumah warga tidak sepenuhnya karena musim kemarau, melainkan masalah pengelolaan air di Perumahan tersebut.
"Sangat parah, kita harus membeli air tangki. Harganya Rp60 ribu, itu pun cuma bertahan 3 hari saja," kata Pandi, warga Perumahan Pinang Mas Residence, Minggu (1/2/2026).
Baca Juga: Pemprov Kepri Siapkan Dana Rp 2 Miliar untuk Perbaikan Jalan Rusak di Tiangau
Ia mengakui sudah kerap mempertanyakan permasalahan air ini ke pihak pengelola air di perumahan itu. Alhasil, Pandi mendapati bahwa mesin penyedot air tanah untuk disalurkan ke tandon milik warga mengalami kerusakan.
"Kata pengelola mesin sedot air rusak, tarif air harus naik baru bisa diperbaiki," tambahnya.
Sementara warga lainnya, Dedy menyatakan bahwa ia terpaksa membeli pompa air sendiri, lantaran kondisi air yang tidak lancar. Namun, air yang disedot menggunakan mesin itu hanya mampu bertahan beberapa hari saja.
Menurutnya, hampir semua warga menggunakan pompa air yang tinggal di perumahan tersebut. Sehingga, ia meminta kepada pengembang perumahan dan pemerintah setempat, untuk turun tangan menyelesaikan permasalahan itu.
"Air ngalirnya kecil bang, kalau tak pakai pompa air nggak dapat air kita," pungkasnya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak