Batampos - KMP Tri Sakti Adinda yang selama ini melayani rute penyeberangan Tanjunguban–Telagapunggur saat ini sedang menjalani proses docking atau pemeliharaan tahunan di Kabupaten Karimun.
Kapal tersebut dijadwalkan menjalani perawatan di PT Karimun Marine Shipyard sejak 1 hingga 15 Februari 2026. Selama periode tersebut, KMP Tri Sakti Adinda tidak beroperasi sementara waktu.
Supervisi PT Tala Pusuk Buhit, Rio, mengatakan proses docking dilakukan sebagai bagian dari pemeliharaan rutin tahunan kapal dengan estimasi waktu pengerjaan selama 14 hari.
“Docking dilakukan di Tanjungbalai Karimun dengan estimasi pengerjaan sekitar 14 hari,” ujar Rio, Minggu (1/2/2026).
Rio memastikan tidak ada kapal pengganti yang secara khusus menggantikan operasional KMP Tri Sakti Adinda selama masa docking.
Baca Juga: Perbaikan Stadion Megat Alang Perkasa Bintan Butuh Rp 1,1 Miliar
Sementara itu, Supervisi Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Ainul Yaqin, membenarkan bahwa KMP Tri Sakti Adinda telah berhenti beroperasi sejak 1 Februari 2026.
“Mulai tanggal 1 Februari kapal tidak beroperasi sementara karena menjalani docking di Karimun,” kata Ainul.
Meski demikian, Ainul memastikan layanan penyeberangan rute Tanjunguban–Telagapunggur tetap berjalan normal dan dalam kondisi aman.
“Jika terjadi peningkatan jumlah pengguna jasa, baik penumpang pejalan kaki maupun kendaraan roda dua dan roda empat, maka akan dipertimbangkan penambahan trip,” jelasnya.
Untuk sementara, rute penyeberangan Tanjunguban–Telagapunggur dilayani oleh empat armada kapal, yakni KMP Barau, KMP Tanjungburang, KMP Niaga Ferry II, dan KMP Mulia Nusantara.
“Dua kapal merupakan armada ASDP dan dua lainnya dari Jembatan Nusantara,” tambah Ainul.
Ainul juga mengimbau kepada seluruh pengguna jasa penyeberangan agar membeli tiket secara resmi melalui aplikasi atau situs web Ferizy milik ASDP.
“Jika mengalami kesulitan, masyarakat juga bisa membeli tiket melalui agen-agen Ferizy yang tersedia di luar area pelabuhan,” pungkasnya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak