batampos – Rencana pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Galang sebagai basis rantai pasok chip dan semikonduktor Amerika Serikat membuka peluang besar bagi Batam untuk naik kelas dalam industri teknologi global.
Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi bagian penting dari upaya diversifikasi rantai pasok dunia yang selama ini didominasi negara-negara Asia Timur.
Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid, menilai proyek ini dapat mendorong Batam menjadi pemain strategis di sektor teknologi tinggi. Namun peluang itu harus direspons dengan kesiapan konkret, terutama pada infrastruktur dan kemudahan investasi.
“Proyek tersebut menjadi kesempatan besar bagi Batam untuk menjadi pemain global dalam industri berbasis teknologi,” ujarnya, Senin (23/2).
Ia mengingatkan agar peluang tersebut tidak terhambat persoalan administratif maupun keterbatasan fasilitas pendukung yang sebenarnya dapat diantisipasi sejak awal. Pemerintah daerah dan otoritas terkait diminta memastikan seluruh prasyarat investasi terpenuhi sebelum investor memulai kegiatan.
“Kesempatan ini jangan disia-siakan. Infrastruktur investasi dan kemudahan perizinan harus dipastikan. Jangan sampai tertunda hanya karena persoalan administrasi atau infrastruktur dalam kendali kita,” katanya.
Menurut Rafki, Batam sebenarnya telah memiliki fondasi infrastruktur yang cukup untuk menampung investasi teknologi berskala besar. Namun investor dari Amerika Serikat kemungkinan menuntut standar lebih tinggi, terutama pada sektor energi, logistik, konektivitas, serta kawasan industri berteknologi tinggi.
Selain infrastruktur fisik, kesiapan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi faktor penentu. Industri semikonduktor membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi teknis tinggi.
“Kita harus menyiapkan SDM sesuai kebutuhan industri chip yang memiliki standar keahlian tinggi,” ujarnya.
Sejumlah perusahaan teknologi Amerika, seperti Apple dan NVIDIA, disebut-sebut berpotensi menjadikan Batam sebagai bagian dari rantai pasok baru mereka di Asia Tenggara.
Rafki menambahkan, Batam memiliki pengalaman panjang sebagai kawasan industri dan perdagangan bebas sehingga relatif siap menerima investasi lintas sektor. Tantangan ke depan adalah menata ekosistem industri agar selaras dengan kebutuhan investor teknologi tinggi.
“Pada prinsipnya Batam siap menampung berbagai jenis investasi. Tinggal menata lebih baik agar sesuai dengan kebutuhan calon investor,” tutupnya. (*)
Editor : Jamil Qasim