Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Serbuan Wisman Singapura ke Batam Dongkrak Shopping Tourism

Muhammad Syahban • Sabtu, 28 Februari 2026 | 09:00 WIB

Pusat perbelanjaan Mega mall Batamcenter ramai oleh pengunjung maupun wisatawan beberapa waktu lalu. F Cecep Mulyana/Batam Pos
Pusat perbelanjaan Mega mall Batamcenter ramai oleh pengunjung maupun wisatawan beberapa waktu lalu. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Aktivitas belanja warga Singapura dan Malaysia di Batam dalam beberapa waktu terakhir kian mencolok. Pusat perbelanjaan seperti Mega Mall Batam Centre, pasar tradisional, hingga pelabuhan internasional tampak dipadati wisatawan mancanegara, khususnya dari Negeri Singa.

Fenomena ini memunculkan spekulasi soal lonjakan kunjungan harian yang disebut-sebut mencapai ribuan orang. Namun Pemerintah Kota Batam menegaskan, angka resmi tetap mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, menilai tren tersebut sebagai sinyal positif bagi sektor pariwisata dan perdagangan.

“Dari dulu masyarakat Singapura dan Malaysia memang senang berbelanja di Batam. Shopping tourism ini sudah menjadi kekuatan kita,” ujarnya, Jumat (26/2).

Data Resmi Tunggu Rilis BPS

Ardiwinata menegaskan, data kunjungan wisatawan mancanegara dihitung dan dirilis secara periodik oleh Badan Pusat Statistik. Pemerintah daerah tidak melakukan pendataan mandiri di luar mekanisme resmi tersebut.

“Data kunjungan dihitung per bulan oleh BPS dan biasanya dirilis bulan berikutnya, bahkan bisa dua bulan setelahnya,” jelasnya.

Data terbaru yang tersedia per Desember 2025 mencatat total kunjungan wisman mencapai sekitar 190 ribu orang dalam sebulan. Singapura dan Malaysia masih menjadi penyumbang terbesar, dengan tren peningkatan yang dinilai cukup konsisten.

Artinya, angka resmi Januari 2026 baru akan terlihat pada rilis Maret mendatang.

Kurs dan Daya Beli Jadi Faktor

Ramainya aktivitas belanja kebutuhan pokok disebut tidak terlepas dari faktor nilai tukar yang relatif menguntungkan bagi wisatawan asing. Dengan kurs dolar Singapura dan ringgit Malaysia terhadap rupiah yang kompetitif, daya beli mereka di Batam meningkat signifikan.

Kondisi ini berdampak langsung pada sektor ritel, pusat perbelanjaan, restoran, hingga UMKM oleh-oleh. Aktivitas mal dan pasar tradisional terlihat lebih ramai, terutama pada akhir pekan dan hari libur.

Selain berburu kebutuhan pokok, wisatawan juga dikenal gemar mencicipi kuliner lokal. “Wisatawan Malaysia suka rendang, orang Singapura suka ayam penyet. Itu selalu mereka cari,” ujar Ardiwinata.

Tak sedikit pula yang membawa pulang oleh-oleh khas seperti kue lapis dan aneka keripik.

Momentum Perkuat Positioning Batam

Disbudpar menilai lonjakan ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat positioning Batam sebagai destinasi belanja dan kuliner unggulan di kawasan perbatasan. Aksesibilitas yang dekat dengan Singapura dan Malaysia menjadi keunggulan kompetitif yang sulit ditandingi daerah lain.

“Ini tentu hal yang menggembirakan bagi kita. Tinggal bagaimana kita menjaga kualitas layanan, kenyamanan, dan promosi agar tren ini terus meningkat,” katanya.

Lonjakan kunjungan ini bukan sekadar angka statistik, melainkan indikator bahwa Batam tetap menjadi destinasi belanja favorit warga negara tetangga—sekaligus penopang penting perputaran ekonomi lokal.(*)

 

Editor : Jamil Qasim