Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Tugboat Terbalik di Perairan ASL Batam, Perusahaan Tanggung Santunan hingga Pemakaman Korban

Arjuna • Senin, 9 Maret 2026 | 15:00 WIB

Kecelakaan kerja kembali terjadi di kawasan galangan kapal PT ASL Marine Shipyard, Tanjunguncang, Batam.
Kecelakaan kerja kembali terjadi di kawasan galangan kapal PT ASL Marine Shipyard, Tanjunguncang, Batam.

batampos – Manajemen PT Pradana Samudra Lines memastikan akan menanggung seluruh santunan, klaim asuransi, serta biaya pemakaman korban dalam insiden kapal tugboat yang terbalik di perairan PT ASL Tanjung Uncang, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Manajer Agensi PT Pradana Samudra Lines, Moh. Fatur Akbar, mengatakan perusahaan bertanggung jawab penuh terhadap para kru yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

“Kami memberikan santunan kepada korban, memproses asuransi, serta menanggung seluruh biaya pemakaman, baik di dalam maupun luar kota hingga proses pemakaman selesai,” kata Fatur di Batam, Sabtu.

Ia menjelaskan, saat kejadian terdapat lima orang kru di dalam kapal tugboat yang sedang melakukan asist atau membantu mendorong kapal lain. Para kru tersebut berada di bawah manajemen PT Pradana Samudra Lines sebagai penyedia awak kapal.

Fatur menegaskan, para kru memiliki hubungan kerja langsung dengan perusahaannya, sehingga tidak memiliki keterkaitan dengan manajemen PT ASL.

“Kami adalah manajemen kru. Para kru memiliki kontrak kerja langsung dengan perusahaan kami. Jadi kami yang mengelola dan menyediakan kru untuk kapal yang digunakan oleh perusahaan lain,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan kru yang selamat, insiden terjadi saat kondisi arus laut cukup kuat. Ombak besar membuat kapal terdorong hingga akhirnya terbalik.

Menurut dia, saat kejadian sebagian kru berada di luar kapal untuk memperbaiki tali, sementara kru lainnya masih berada di dalam kapal.

“Menurut keterangan kru yang selamat, arus laut cukup kuat sehingga mereka kesulitan menyelamatkan diri. Namun kami memastikan seluruh kru bekerja sesuai prosedur operasi standar (SOP),” katanya.

Fatur menambahkan pihak perusahaan juga telah berkomunikasi dengan keluarga para korban dan memastikan seluruh korban akan dimakamkan di Batam.

“Kami sudah berkomunikasi dengan keluarga korban dan mereka telah menerima penjelasan dari perusahaan,” ujarnya.

Sebelumnya, Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap seorang anak buah kapal (ABK) yang dilaporkan hilang setelah kapal tugboat terbalik di perairan PT ASL Tanjung Uncang, Batam, Jumat (6/3).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Fazzli, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian tersebut pada pukul 17.57 WIB. Insiden sendiri terjadi sekitar pukul 14.30 WIB saat kapal tugboat sedang menarik kapal kargo Kyparissia.

Dari lima orang yang berada di atas kapal, tiga orang ditemukan meninggal dunia, satu orang selamat, dan satu orang lainnya masih dalam pencarian.

Tiga korban meninggal dunia masing-masing Abdul Rahman selaku kapten kapal, Guntur Pardede sebagai chief, serta Jhonson Bertuahman Damanik yang menjabat kepala kamar mesin (KKM). (*)

Editor : Jamil Qasim