Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

BP Batam Dorong Hilirisasi, Produk STANIA Tembus Pasar Global

Arjuna • Rabu, 25 Maret 2026 | 16:00 WIB

Pelepasan ekspor produk timah solder oleh PT Solder Tin Andalan Indonesia di Kawasan Industri Tunas Prima, Kamis (12/3).
Pelepasan ekspor produk timah solder oleh PT Solder Tin Andalan Indonesia di Kawasan Industri Tunas Prima, Kamis (12/3).

batampos – BP Batam terus mendorong penguatan investasi manufaktur bernilai tambah di tengah dinamika geopolitik dan pergeseran rantai pasok global. Upaya ini tercermin dari pelepasan ekspor produk timah solder oleh PT Solder Tin Andalan Indonesia di Kawasan Industri Tunas Prima, Kamis (12/3).

Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menegaskan Batam harus memastikan investasi tidak berhenti pada pembangunan fasilitas, tetapi berlanjut hingga tahap produksi, hilirisasi, dan ekspor.

“Di tengah perubahan geopolitik dan pergeseran rantai pasok global, Batam harus mampu memosisikan diri sebagai basis industri yang adaptif, efisien, dan siap ekspor,” ujarnya.

Ekspor tersebut ditujukan ke pasar India, sekaligus menjadi indikator bahwa investasi di Batam tidak hanya terealisasi di atas kertas, tetapi telah berjalan hingga produksi dan mampu menembus pasar internasional.

Optimisme ini turut didukung kinerja ekonomi Batam. Pada triwulan IV 2025, pertumbuhan ekonomi mencapai 7,49 persen secara tahunan (year-on-year), mencerminkan daya tahan dan daya saing kawasan sebagai pusat industri dan investasi di wilayah barat Indonesia.

PT Solder Tin Andalan Indonesia sendiri bergerak di sektor hilirisasi timah. Kehadirannya dinilai memperkuat struktur industri daerah sekaligus memperluas keterhubungan Batam dalam rantai pasok global, khususnya sektor manufaktur dan elektronik.

Direktur PT STANIA, An Sadiano, mengapresiasi dukungan BP Batam dalam pengembangan industri hilir.

“Kami berterima kasih atas dukungan BP Batam yang membantu menciptakan iklim usaha kondusif, sehingga perusahaan dapat tumbuh, berproduksi, dan berkontribusi pada ekspor,” katanya.

BP Batam memandang ekspor ini sebagai bagian dari transformasi investasi hilir menjadi produksi riil yang memiliki akses pasar global. Keberadaan industri seperti STANIA juga memperkuat posisi Batam sebagai basis produksi yang kompetitif.

Sejumlah faktor pendukung antara lain kedekatan geografis dengan Singapura, kesiapan kawasan industri, serta konektivitas logistik yang memadai. Kondisi ini dinilai semakin relevan di tengah meningkatnya selektivitas perusahaan global dalam menentukan lokasi investasi. (*)

Editor : Jamil Qasim