Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Ekonomi Batam Tumbuh Moderat, Investasi Masih Wait and See

Arjuna • Kamis, 26 Maret 2026 | 08:30 WIB

Aktivitas bongkar muat kontainer di Pelabuhan Batuampar, Batam. F. Dok. Batam Pos
Aktivitas bongkar muat kontainer di Pelabuhan Batuampar, Batam. F. Dok. Batam Pos

batampos – Kinerja ekonomi Batam pada triwulan I 2026 masih berada di jalur moderat. Sejumlah sektor tetap bergerak, namun belum menunjukkan ekspansi penuh di tengah tekanan global.

Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Batam, Suyono Saputra, menilai kondisi ekonomi Batam belum melemah signifikan, tetapi juga belum mencapai fase pertumbuhan tinggi.

“Batam belum loyo, tapi juga belum booming. Secara umum tumbuh moderat, cenderung uneven growth,” ujarnya, Rabu (25/3).

Sektor manufaktur masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Aktivitas industri tetap berjalan, namun sangat dipengaruhi dinamika global, terutama dari pasar utama seperti Amerika Serikat, China, dan Eropa.

“Kalau eskalasi konflik global meningkat, tentu berdampak pada permintaan ekspor,” katanya.

Selain itu, sektor konstruksi dan properti masih menunjukkan pertumbuhan cukup kuat. Sejumlah proyek pembangunan tetap berjalan, didorong permintaan domestik yang relatif tinggi.

“Sektor konstruksi dan properti masih ekspansif karena demand domestik cukup besar,” jelasnya.

Sektor jasa perdagangan juga turut menopang pertumbuhan. Konsumsi masyarakat yang stabil menjadi salah satu penggerak utama ekonomi lokal.

“Konsumsi lokal masih cukup tinggi dan menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan,” tambahnya.

Suyono menekankan pentingnya menjaga sektor utama seperti manufaktur dan konstruksi, serta memperkuat sektor pendukung seperti perdagangan, akomodasi, pergudangan, dan jasa keuangan.

Di sisi lain, tantangan global masih membayangi. Ketegangan geopolitik Amerika Serikat–China, konflik di Timur Tengah, tingginya suku bunga global, hingga perlambatan ekonomi China dinilai berpotensi menekan arus investasi dan ekspor.

“Investasi tetap masuk, tapi cenderung wait and see. Ekspor masih berjalan, namun tidak seagresif sebelumnya,” pungkasnya. (*)

Editor : M Tahang
#ekonomi batam