batampos - Iran mulai membuka akses pelayaran di Selat Hormuz bagi kapal - kapal asal Tiongkok di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik kawasan Timur Tengah.
Kebijakan itu menjadi perhatian dunia internasional karena jalur tersebut merupakan salah satu rute perdagangan minyak paling penting di dunia.
Jalur ini sangat penting karena sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas dunia melewati kawasan tersebut.
Kapal tanker super milik Tiongkok menjadi salah satu kapal pertama yang berhasil melewati Selat Hormuz setelah sempat tertahan lebih dari dua bulan akibat pembatasan ketat dari Iran. Teheran disebut menerapkan sistem koordinasi khusus bagi kapal - kapal yang diizinkan melintas.
Lebih dari 30 kapal telah diberikan izin melintas oleh Garda Revolusi Iran dalam semalam. Belum dipastikan seluruhnya merupakan kapal berbendera Tiongkok.
Baca Juga: Di Beijing, Trump Bicara Konfusius hingga Persahabatan AS-China
Iran sebelumnya membatasi lalu lintas kapal asing sejak perang dengan AS dan Israel dimulai pada 28 Februari lalu. Tiongkok diketahui merupakan pembeli utama minyak Iran sebelum konflik memanas.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping dikabarkan turut membahas pentingnya menjaga Selat Hormuz tetap terbuka dalam pertemuan bilateral mereka.
Kedua negara menilai jalur tersebut penting untuk menjaga stabilitas pasokan energi global. Akses kapal Tiongkok di Selat Hormuz dinilai menjadi bagian dari hubungan strategis kedua negara di tengah tekanan sanksi dan konflik kawasan.(*)
Editor : Juliana Belence