Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Iran Murka, AS Dinilai Cari Dukungan Global untuk Tekan Teheran di Selat Hormuz

Antara • Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:31 WIB
Arsip - Sebuah kapal menunggu untuk melewati Selat Hormuz pada (8/4/2026). (ANTARA/Shady Alassar/Anadolu Agency)
Arsip - Sebuah kapal menunggu untuk melewati Selat Hormuz pada (8/4/2026). (ANTARA/Shady Alassar/Anadolu Agency)

batampos – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas. Misi Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menuding Amerika Serikat berupaya membangun dukungan internasional terhadap langkah-langkahnya di Selat Hormuz melalui rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB.

Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun resmi di platform X, Jumat (15/5), Iran menilai langkah Washington bersifat sepihak dan bermotif politik.

“AS mencoba memanfaatkan dukungan sejumlah negara terhadap rancangan resolusi tersebut untuk menciptakan kesan adanya dukungan internasional luas terhadap tindakan ilegal mereka,” tulis Misi Tetap Iran untuk PBB.

Menurut Iran, langkah tersebut dinilai sebagai upaya membuka jalan bagi kemungkinan aksi militer lanjutan di kawasan strategis tersebut.

Rancangan resolusi yang digagas Amerika Serikat bersama Bahrain serta sejumlah negara Teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, dan Qatar disebut bertujuan mempertahankan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Namun Teheran memandang inisiatif itu sebagai bentuk legitimasi terhadap tekanan politik dan militer terhadap Iran.

Iran juga memperingatkan negara-negara yang mendukung rancangan resolusi tersebut agar bersiap menanggung konsekuensi apabila situasi regional kembali memanas.

“Jika AS memicu eskalasi baru, maka seluruh negara pendukung akan ikut memikul tanggung jawab internasional bersama Washington,” tegas pernyataan itu.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut dibalas Iran dengan operasi terhadap Israel dan sejumlah sekutu AS di kawasan Teluk.

Situasi itu turut berdampak pada jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz, salah satu rute distribusi minyak dan gas paling vital di dunia.

Meski gencatan senjata sempat diberlakukan pada 8 April melalui mediasi Pakistan, perundingan lanjutan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan permanen.

Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu, namun tetap memberlakukan pembatasan terhadap kapal-kapal yang berlayar menuju maupun keluar dari pelabuhan Iran melalui Selat Hormuz. (*)

Editor : Jamil Qasim
#Iras vs AS #selat hormuz