Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

PBB: Keselamatan Aktivis Flotilla Harus Dijamin, Bantuan Gaza Tak Boleh Terhambat

Antara • Rabu, 20 Mei 2026 | 12:03 WIB
Ilustrasi. Kapal-kapal dari "Global Sumud Flotilla 2026 Spring Mission," yang bertujuan untuk menembus blokade Israel di Gaza dan mengirimkan bantuan kemanusiaan, berangkat dari marina di Augusta di pulau Sisilia, Italia, pada 26 April 2026. (ANTARA/Barış Seçkin - Anadolu Agency/pri)
Ilustrasi. Kapal-kapal dari "Global Sumud Flotilla 2026 Spring Mission," yang bertujuan untuk menembus blokade Israel di Gaza dan mengirimkan bantuan kemanusiaan, berangkat dari marina di Augusta di pulau Sisilia, Italia, pada 26 April 2026. (ANTARA/Barış Seçkin - Anadolu Agency/pri)

batampos - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa menyatakan keprihatinan mendalam atas nasib dan keselamatan para aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) setelah seluruh kapal dalam konvoi bantuan kemanusiaan menuju Jalur Gaza dilaporkan dicegat oleh pasukan Israel.

“Kami sangat prihatin atas keselamatan semua orang di kapal. Mereka harus dilindungi dan dipastikan tetap aman,” kata Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stéphane Dujarric, dalam konferensi pers.

Ia juga menegaskan bahwa hukum internasional di laut lepas harus dihormati dan dipatuhi.

Ketika ditanya apakah Sekretaris Jenderal PBB António Guterres akan menyatakan penahanan para aktivis flotilla tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional, Dujarric mengatakan pihaknya masih perlu meninjau situasi lebih lanjut.

“Namun, tindakan tersebut tampaknya tidak dilakukan dengan sepenuhnya mematuhi hukum internasional,” ujarnya.

Dujarric juga kembali menyerukan agar pihak Israel tidak membatasi masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.

“Cara terbaik menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza adalah melalui jalur resmi. Agar bantuan dapat masuk lebih banyak, berbagai hambatan dan pembatasan harus dihapuskan,” katanya.

Ia turut menyoroti kondisi kemanusiaan di Gaza, termasuk kelangkaan suku cadang untuk generator listrik dan stasiun pompa, penumpukan sampah padat, serta minimnya material untuk rekonstruksi tempat tinggal berskala besar di wilayah yang masih terkepung tersebut. (*)

Editor : Jamil Qasim
#gaza #Israel #PBB