batampos — Iran menegaskan tidak mencari “konsesi apa pun” dari Amerika Serikat dan hanya menuntut pemulihan hak-haknya serta pencabutan sanksi ekonomi yang selama ini diberlakukan terhadap Teheran.
Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, seperti dikutip kantor berita Anadolu dan media Iran, Jumat.
“Kami tidak menginginkan konsesi apa pun dari Amerika Serikat, kami hanya menuntut hak-hak kami,” ujar Baghaei.
Ia menegaskan Iran meminta penghentian apa yang disebutnya sebagai tindakan kriminal AS terhadap rakyat Iran.
“Sanksi harus dicabut, aset Iran yang dibekukan harus dibebaskan dan tersedia bagi negara,” katanya.
Menurut Baghaei, selama hampir lima dekade Iran menghadapi sanksi berat yang disebut Washington sebagai “sanksi melumpuhkan”, terutama terkait tuduhan ancaman program nuklir Iran.
“Tidak ada ancaman nuklir dari Iran terhadap pihak mana pun di kawasan maupun dunia,” ujarnya.
Soroti Blokade Selat Hormuz
Dalam keterangannya, Baghaei juga menyinggung situasi di Selat Hormuz dengan mengkritik blokade angkatan laut AS yang dinilainya bertentangan dengan hukum internasional.
Ia meminta Washington mengambil langkah untuk mengakhiri blokade terhadap jalur pelayaran strategis tersebut.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah masih tinggi sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari lalu. Serangan itu kemudian dibalas Teheran dengan operasi militer ke Israel serta sejumlah sekutu AS di kawasan Teluk, termasuk penutupan Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Namun, pembicaraan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan jangka panjang.
Presiden AS, Donald Trump, kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu, meski blokade terhadap kapal-kapal yang menuju atau berasal dari pelabuhan Iran melalui Selat Hormuz tetap dipertahankan. (*)
Editor : Jamil Qasim