batampos - Iran kembali menunjukkan ambisinya dalam pengembangan energi nuklir dengan mengumumkan rencana pembangunan lima pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) baru.
Seluruh fasilitas tersebut direncanakan berdiri di wilayah pesisir sebagai bagian dari strategi memperkuat pasokan listrik nasional dalam jangka panjang.
Pengumuman disampaikan oleh Kepala Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), Mohammad Eslami, dalam pertemuan dengan anggota parlemen Iran.
Proyek pembangunan PLTN di lima lokasi pesisir telah masuk agenda nasional dan saat ini berjalan sesuai dengan peta jalan industri nuklir yang diperkenalkan pemerintah pada tahun 2022.
"Pembangunan fasilitas baru tersebut bertujuan meningkatkan porsi listrik berbasis nuklir dalam bauran energi nasional," ujar Kepala Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), dikutip dari Anadolu Agency, Rabu (10/6).
Baca Juga: Pentagon Cap Alibaba, Baidu, dan BYD sebagai Pendukung Militer Tiongkok
Pemerintah Iran menilai energi nuklir dapat membantu memenuhi kebutuhan listrik yang terus meningkat sekaligus menghemat konsumsi minyak dan gas untuk pembangkit konvensional. Iran hanya memiliki satu PLTN yang beroperasi secara komersial, yaitu PLTN Bushehr yang berada di pesisir Teluk Persia.
Fasilitas tersebut telah menghasilkan lebih dari 80 miliar kilowatt-jam listrik sejak mulai beroperasi dan berkontribusi mengurangi konsumsi energi fosil dalam jumlah besar.
Iran juga tengah melanjutkan pembangunan Unit 2 dan Unit 3 PLTN Bushehr. Proyek senilai sekitar US$10 miliar itu disebut sebagai salah satu pembangunan infrastruktur terbesar yang sedang berlangsung di negara.
Penempatan PLTN di wilayah pesisir dinilai memiliki keuntungan teknis karena reaktor nuklir membutuhkan pasokan air dalam jumlah besar untuk sistem pendinginan.
Pemanfaatan air laut membuat Iran dapat mengurangi tekanan terhadap sumber daya air tawar yang terbatas di sejumlah wilayah dalam negeri. Rencana ekspansi energi nuklir juga muncul di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap program nuklir Iran.
Pemerintah Iran terus menegaskan bahwa seluruh program nuklirnya ditujukan untuk kepentingan damai, termasuk pembangkitan listrik, penelitian ilmiah, dan pengembangan teknologi energi.(*)
Editor : Juliana Belence