Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Israel Masuk Dua Desa di Suriah Selatan, Warga dan Siswa Terdampak

Antara • Jumat, 12 Juni 2026 | 11:01 WIB
Sejumlah anggota pasukan keamanan internal Suriah terlihat ditempatkan di pintu masuk lingkungan Sheikh Maqsoud di Aleppo, Suriah utara, Sabtu (10/1/2026). ANTARA/Xinhua/Stringer/aa.
Ilustrasi. Sejumlah anggota pasukan keamanan internal Suriah terlihat ditempatkan di pintu masuk lingkungan Sheikh Maqsoud di Aleppo, Suriah utara, Sabtu (10/1/2026). ANTARA/Xinhua/Stringer/aa.


batampos – Pasukan Israel dilaporkan memasuki dua desa di Provinsi Daraa, Suriah selatan, Kamis (11/6). Aksi tersebut disebut menghambat aktivitas warga, termasuk pelaksanaan ujian sekolah, setelah militer Israel mendirikan pos pemeriksaan di sejumlah titik.

 Informasi tersebut disampaikan kantor berita pemerintah Suriah, SANA.

Menurut laporan itu, sejumlah kendaraan militer Israel memasuki wilayah Maariya pada dini hari dan ditempatkan di dekat pintu masuk timur desa, tidak jauh dari sebuah sumur.

Baca Juga: El Tri Menggila! Meksiko Taklukkan Afrika Selatan 2-0 di Laga Pembuka

Kepala Desa Maariya, Abedin Muwafaq Mahmoud, mengatakan tentara Israel kemudian melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan umum maupun pribadi yang melintas di kawasan tersebut.

Setelah itu, pasukan Israel bergerak menuju Desa Al-Arida dan mendirikan pos pemeriksaan tambahan untuk melakukan inspeksi terhadap warga yang melintas.

Mahmoud menyebut kehadiran pasukan Israel menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat setempat. Situasi itu dinilai semakin mengganggu karena terjadi bersamaan dengan pelaksanaan ujian sekolah.

Baca Juga: Hendrik Gantikan Surya Makmur Nasution Pimpin PKB Batam

“Sejumlah siswa dilaporkan terlambat tiba di lokasi ujian akibat pemeriksaan yang dilakukan di jalan,” ujarnya.

SANA menuding Israel terus melanggar Perjanjian Pelepasan Pasukan tahun 1974 melalui berbagai operasi militer di wilayah selatan Suriah. Selain penggerebekan, Israel juga disebut melakukan penahanan terhadap warga serta pembongkaran bangunan di sejumlah kawasan.

Dalam beberapa bulan terakhir, pasukan Israel dilaporkan rutin menggelar operasi di desa-desa perbatasan, terutama di Provinsi Quneitra dan Daraa.

Pemerintah Suriah di Damaskus mengecam tindakan tersebut dan menilai operasi militer Israel melanggar hukum internasional serta mencederai kedaulatan negara.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Israel terkait laporan masuknya pasukan mereka ke dua desa di Suriah selatan tersebut. (*)

Editor : Jamil Qasim
#Suriah #Israel Duduki Dua Desa