Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Iran Ancam Tindak Tegas Kapal yang Nekat Melintas, Selat Hormuz Resmi Ditutup

Antara • Jumat, 12 Juni 2026 | 12:31 WIB
Ilustrasi - Kapal patroli milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz. (ANTARA/Xinhua/aa.)
Ilustrasi - Kapal patroli milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz. (ANTARA/Xinhua/aa.)

batampos – Ketegangan di kawasan Teluk Persia semakin meningkat setelah Iran menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap kapal-kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz. Peringatan tersebut disampaikan oleh Angkatan Laut Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyusul keputusan Teheran menutup jalur pelayaran strategis tersebut hingga waktu yang belum ditentukan.

Dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah Iran, komando IRGC menegaskan bahwa pasukannya terus mengendalikan perairan Selat Hormuz dan siap bertindak terhadap setiap kapal yang berupaya melintas tanpa izin.

“Kami terus mengendalikan Selat Hormuz dan akan bertindak tegas terhadap kapal mana pun yang mencoba melintasinya,” demikian pernyataan yang dikutip oleh saluran televisi Al-Alam.

Menurut laporan tersebut, militer Iran sebelumnya melepaskan tembakan peringatan untuk menghentikan sebuah kapal tanker yang berupaya melewati jalur tersebut. Insiden itu dilaporkan terjadi di perairan dekat Kota Sirik, yang berada di pesisir selatan Iran dan menghadap langsung ke Teluk Oman.

Penutupan Selat Hormuz telah dikonfirmasi oleh Persian Gulf Strait Authority (PGSA) pada Kamis. Otoritas tersebut menyatakan seluruh aktivitas pelayaran di kawasan itu dihentikan hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia. Sekitar seperlima perdagangan minyak global melewati perairan sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab tersebut.

Penutupan jalur ini berpotensi memicu gangguan serius terhadap pasokan energi dunia, sekaligus meningkatkan kekhawatiran pasar internasional terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah yang tengah dilanda ketegangan geopolitik.

Sejumlah negara pengimpor minyak, termasuk negara-negara di Asia dan Eropa, kini memantau perkembangan situasi secara ketat. Sementara itu, pelaku industri pelayaran dan energi bersiap menghadapi kemungkinan lonjakan biaya logistik serta kenaikan harga minyak global apabila penutupan berlangsung dalam waktu lama.

Hingga kini, belum ada kepastian kapan Selat Hormuz akan kembali dibuka. Namun, peringatan keras dari IRGC menunjukkan Iran berupaya memperketat pengawasan di salah satu jalur perdagangan paling vital di dunia tersebut di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya. (*)

Editor : Jamil Qasim
#IRGC #selat hormuz