Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Pria Bakar Diri di Depan Markas PBB, Diduga Terkait Isu Tibet

Antara • Jumat, 3 Juli 2026 | 14:01 WIB
Gedung Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York. ANTARA/Aditya E.S. Wicaksono/am.
Gedung Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York. ANTARA/Aditya E.S. Wicaksono/am. 

batampos – Seorang pria dilaporkan melakukan aksi bakar diri di depan Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, Kamis (2/7) malam waktu setempat. Insiden tersebut diduga berkaitan dengan isu Tibet setelah pelaku lebih dahulu menancapkan bendera yang terkait dengan pemerintahan Tibet dalam pengasingan di trotoar dekat lokasi kejadian.

Berdasarkan laporan media setempat dan rekaman video yang beredar di media sosial, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.00 waktu setempat di dekat persimpangan East 43rd Street dan First Avenue, tepat di kawasan sekitar markas PBB.

Rekaman kamera pengawas menunjukkan pelaku menancapkan bendera tersebut sebelum melakukan aksi bakar diri. Petugas kemudian segera mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Bellevue dalam kondisi kritis.

Di lokasi kejadian, polisi juga menemukan sejumlah selebaran yang berisi tuntutan agar China meninggalkan Tibet.

Hingga kini, Kepolisian New York masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif dan kronologi lengkap insiden tersebut. Bendera yang dipasang pelaku dilaporkan masih berkibar di lokasi sekitar satu jam setelah kejadian.

Tibet berada di bawah pemerintahan China sejak 1951. Pemerintah China menyebut pengambilalihan wilayah tersebut sebagai "pembebasan damai", sementara sebagian warga Tibet dan kelompok pemerintahan Tibet dalam pengasingan memiliki pandangan berbeda mengenai status wilayah itu.

Bendera yang dikibarkan pelaku diketahui merupakan simbol yang berkaitan dengan pemberontakan Tibet tahun 1959 yang gagal melawan pemerintahan China. Setelah pemberontakan tersebut, pemerintahan Tibet dalam pengasingan dibentuk di India utara.

Pemerintah China tidak mengakui pemerintahan Tibet dalam pengasingan dan menegaskan bahwa Tibet telah menjadi bagian dari wilayah China sejak abad ke-13.

Sementara itu, Dalai Lama, pemimpin spiritual Tibet, secara konsisten menyatakan bahwa Tibet merupakan wilayah yang merdeka sebelum pasukan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China memasuki kawasan tersebut pada awal 1950-an.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari otoritas PBB terkait insiden tersebut.

Editor : Jamil Qasim
#Pria Bakar Diri #PBB