Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Usai Jadi Sorotan, RI Utus Menlu Sugiono Hadiri Pemakaman Ayatollah Khamenei

jpg • Selasa, 7 Juli 2026 | 09:31 WIB
Para pelayat berdoa selama salat jenazah yang diadakan sebagai bagian dari upacara pemakaman yang berlangsung selama beberapa hari untuk Pemimpin Tertinggi Iran yang terbunuh, Ayatollah Ali Khamenei, dan anggota keluarganya di Masjid Agung Imam Khomeini Mosalla di Teheran, Iran, Minggu, 5 Juli 2026. (AP Photo/Altaf Qadri).
Para pelayat berdoa selama salat jenazah yang diadakan sebagai bagian dari upacara pemakaman yang berlangsung selama beberapa hari untuk Pemimpin Tertinggi Iran yang terbunuh, Ayatollah Ali Khamenei, dan anggota keluarganya di Masjid Agung Imam Khomeini Mosalla di Teheran, Iran, Minggu, 5 Juli 2026. (AP Photo/Altaf Qadri).

 

batampos – Pemerintah Indonesia memutuskan mengirim delegasi tingkat tinggi untuk menghadiri upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Delegasi tersebut akan dipimpin Menteri Luar Negeri Sugiono bersama Ketua MPR Ahmad Muzani.

Keputusan itu diambil setelah sebelumnya muncul kritik dari diplomat senior Dino Patti Djalal dan sorotan dari Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia terkait absennya perwakilan pejabat tinggi Indonesia dalam prosesi penghormatan tersebut.

Sugiono mengatakan pemerintah sejak awal telah menerima undangan dari Iran. Namun, semula Indonesia hanya menunjuk Duta Besar RI di Teheran sebagai wakil resmi pemerintah.

"Kita menerima pemberitahuan atau undangan mengenai acara tersebut dan pada saat itu kita juga sudah mengatakan bahwa yang mewakili pemerintah Indonesia adalah Dubes Indonesia yang ada di Iran," ujar Sugiono di Jakarta, Senin (6/7).

Menurutnya, keputusan awal tersebut diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk agenda kenegaraan para pejabat pemerintah di dalam negeri.

Namun, pemerintah kemudian memperoleh informasi dari otoritas Iran bahwa akses ke salah satu agenda penghormatan hanya diberikan kepada pejabat dengan tingkat jabatan di atas duta besar.

"Kemudian kita mendapatkan konfirmasi bahwa pihak Iran hanya akan memberi akses kepada pejabat di atas dubes," katanya.

Setelah melakukan koordinasi lanjutan, pemerintah memutuskan mengirim delegasi tingkat tinggi yang dijadwalkan menghadiri prosesi pemakaman pada Kamis (9/7).

Sugiono menjelaskan, komunikasi dengan pemerintah Iran masih terus berlangsung karena besarnya jumlah pelayat membuat otoritas setempat harus mengatur lokasi dan jadwal penerimaan delegasi asing.

"Kita berencana hadir. Kami masih menunggu jawaban, waktu, dan tempat di mana kita bisa menghadiri upacara pemakaman tersebut. Seperti kita ketahui juga ada prosesi yang dilakukan terkait dengan rangkaian acara dari pemakaman," ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah Iran masih berupaya menyiapkan lokasi yang dapat menampung kunjungan para tamu negara.

"Dari komunikasi yang terus kita lakukan, karena penghormatan terhadap beliau sangat besar dan massa juga sangat besar di sana, pihak Iran masih mencoba mencari lokasi untuk menerima kunjungan para delegasi," kata Sugiono.

Keputusan mengirim Menlu Sugiono dan Ketua MPR Ahmad Muzani sekaligus mengakhiri polemik mengenai absennya delegasi tingkat tinggi Indonesia dalam prosesi penghormatan kepada Ayatollah Ali Khamenei, yang sebelumnya menjadi perhatian sejumlah kalangan. (*)

Editor : Jamil Qasim
#sugiono #ayatollah ali khamenei