batampos – Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menilai ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk kembali menyerang Teheran menunjukkan kegagalan kebijakan Washington dalam menekan Iran.
Melalui unggahan di platform X, Rabu (8/7), Gharibabadi menyebut pernyataan Trump yang disertai penghinaan terhadap Iran bukan mencerminkan kekuatan, melainkan pengakuan bahwa strategi yang selama ini mengandalkan kekerasan, sanksi, dan ancaman tidak berhasil.
"Pernyataan Trump bukan tanda kekuatan, tetapi pengakuan atas kegagalan kebijakan yang selama bertahun-tahun dibangun di atas kekerasan, sanksi, dan ancaman," tulis Gharibabadi.
Ia menegaskan, berbagai tekanan yang dilakukan Amerika Serikat selama ini gagal membuat rakyat Iran menyerah.
Menurutnya, Trump lebih memahami pendekatan yang mengedepankan kekuatan.
"Dengan Trump yang kriminal dan kejam, kita harus berbicara dalam bahasanya sendiri. Tampaknya, ia lebih memahami bahasa kekerasan," ujarnya.
Sebelumnya, Trump menyatakan Amerika Serikat kemungkinan kembali melancarkan serangan terhadap Iran pada Rabu malam waktu setempat. Pernyataan itu disampaikan setelah serangan militer AS sebagai balasan atas serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.
"Kami telah menyerang mereka dengan sangat keras tadi malam. Mungkin kami akan menyerang mereka lagi malam ini," kata Trump di sela-sela KTT NATO di Ankara, Turki.
Trump juga melontarkan pernyataan keras terhadap Iran dengan menyebut tidak ingin lagi berurusan dengan negara tersebut.
Selain itu, ia menyatakan nota kesepahaman yang ditandatangani Amerika Serikat dan Iran bulan lalu untuk mengakhiri konflik kini sudah tidak berlaku lagi. (*)
Editor : Jamil Qasim