AS dan Israel Dikabarkan Siapkan Serangan ke Infrastruktur Energi Iran

Abdul Azis Maulana • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 14:31 WIB
Arsip foto - Sisa-sisa bangunan Sekolah Dasar Shajarat al-Tayyiba, yang dibom pada 28 Februari 2026 dan menewaskan 168 siswa, terlihat di kota Minab, Iran, pada 31 Maret 2026. Di kota yang terletak di provinsi Hormozgan ini, jejak serangan tersebut masih terasa nyata. ANTARA/Hamid Vakili - Anadolu AGency / pri.
Arsip foto - Sisa-sisa bangunan Sekolah Dasar Shajarat al-Tayyiba, yang dibom pada 28 Februari 2026 dan menewaskan 168 siswa, terlihat di kota Minab, Iran, pada 31 Maret 2026. Di kota yang terletak di provinsi Hormozgan ini, jejak serangan tersebut masih terasa nyata. ANTARA/Hamid Vakili - Anadolu AGency / pri.

batampos – Amerika Serikat (AS) dan Israel dilaporkan tengah mempersiapkan operasi militer yang menargetkan infrastruktur energi Iran. Menurut laporan CBS News, serangan tersebut disebut-sebut dapat dilakukan pada akhir pekan ini, meski hingga kini belum ada keputusan final dari Presiden AS Donald Trump.

Laporan itu menyebutkan, pembahasan mengenai operasi militer dilakukan dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap perekonomian global. Karena itu, muncul usulan agar operasi selesai sebelum pasar saham kembali dibuka pada Senin. Namun, belum ada tenggat waktu resmi yang ditetapkan.

Israel dikabarkan telah menerima pengarahan terkait rencana tersebut dan terus berkoordinasi dengan Washington. Meski demikian, sejumlah sumber menyebut Trump belum memberikan persetujuan akhir untuk pelaksanaan operasi.

Baca Juga: Pengelola Dapur MBG Akui Pipa IPAL Terlepas, Warga Sagulung Sebut Bau Limbah Sudah Berbulan-bulan

Seorang pejabat Israel juga mengatakan negaranya belum memperoleh informasi mengenai keputusan pelaksanaan operasi militer berskala besar terhadap Iran dan belum diminta untuk ikut serta dalam serangan tersebut.

Dalam pertemuan kabinet di Camp David, Trump menyatakan AS akan memberikan tekanan keras terhadap Iran hingga negara itu tidak mampu lagi bertahan. Sementara itu, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menegaskan bahwa AS tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.

Juru Bicara Pentagon Sean Parnell mengatakan militer AS telah siap melaksanakan perintah jika keputusan diambil, namun menolak mengungkap target operasi sebelum ada instruksi resmi dari presiden.

Menurut CBS News, sasaran potensial meliputi pembangkit listrik, kilang minyak, serta kemungkinan operasi untuk memutus pasokan listrik ke Teheran.

Laporan terpisah dari The Wall Street Journal (WSJ) menyebut rencana serangan tersebut dibahas dalam pertemuan di Camp David. Meski demikian, para pejabat AS mengatakan Trump masih membuka peluang menunda operasi apabila terdapat kemajuan nyata dalam jalur diplomasi dengan Iran.

Di sisi lain, Iran menegaskan telah menyiapkan langkah balasan. Mengutip seorang pejabat keamanan senior Iran, kantor berita Tasnim melaporkan Teheran telah menyusun "rencana komprehensif" untuk merespons setiap bentuk serangan AS.

Pejabat tersebut menyebut Iran siap menargetkan infrastruktur penting di Israel maupun fasilitas energi milik AS di kawasan jika terjadi serangan. Ia juga menegaskan bahwa Teheran memiliki kemampuan dan tekad untuk memberikan balasan.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai waktu maupun keputusan final pelaksanaan operasi militer tersebut. Situasi masih berkembang dan dipantau secara intensif oleh berbagai pihak. (*)

Editor : Jamil Qasim
Infrastruktur Energi Iran AS dan Israel Serang Iran