batampos - Industri anime Jepang mencatatkan pencapaian bersejarah pada 2025. Nilai pasarnya mencapai 4,45 triliun yen atau sekitar Rp511,75 triliun. Untuk pertama kalinya, industri animasi Negeri Sakura tersebut berhasil menembus angka 4 triliun yen.
Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh meningkatnya penjualan anime di pasar internasional. Data awal Association of Japanese Animations menunjukkan nilai pasar industri anime Jepang pada 2025 meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2015 yang tercatat sebesar 1,8 triliun yen.
Dilansir dari Kyodo, Senin (2/11), penjualan anime Jepang di luar negeri mencapai 2,54 triliun yen atau sekitar Rp292,1 triliun sepanjang 2025.
Angka tersebut bahkan melampaui penjualan di pasar domestik Jepang. Kondisi ini menjadi yang pertama terjadi sejak 2020.
Pesatnya perkembangan layanan streaming diduga menjadi salah satu faktor utama di balik pertumbuhan tersebut. Platform digital membuat anime Jepang semakin mudah diakses oleh penonton di berbagai negara.
Demon Slayer Ikut Dongkrak Industri Anime
Salah satu karya yang turut mendorong pertumbuhan industri anime Jepang pada 2025 adalah film Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – Infinity Castle.
Film tersebut merupakan adaptasi dari manga populer Demon Slayer yang memiliki basis penggemar besar di berbagai negara.
Popularitas karya-karya anime Jepang di pasar global menunjukkan bahwa industri ini tidak lagi hanya mengandalkan penonton domestik. Distribusi digital dan keberhasilan film layar lebar turut memperluas jangkauan pasar.
Presiden Association of Japanese Animations Kazuko Ishikawa mengatakan, perkembangan tersebut menunjukkan semakin luasnya penerimaan masyarakat dunia terhadap animasi Jepang.
“Pasar dan potensi animasi Jepang semakin berkembang karena telah menjadi semakin akrab bagi masyarakat di seluruh dunia,” kata Ishikawa dalam sebuah acara di Tokyo.
Jepang Bidik Penjualan Konten Rp2.300 Triliun
Melihat perkembangan industri kreatif tersebut, pemerintah Jepang juga memasang target besar untuk memperluas pasar konten nasional di luar negeri.
Jepang menargetkan penjualan konten kreatif internasional, termasuk gim, anime, dan manga, mencapai 20 triliun yen pada 2033.
Target tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan penjualan sekitar 5,8 triliun yen pada 2023.
Saat itu, penjualan konten Jepang di pasar internasional menempati posisi kedua setelah industri otomotif.
Dengan pertumbuhan anime yang semakin kuat, Jepang berpeluang memperbesar kontribusi industri kreatif terhadap perekonomian nasional sekaligus memperkuat pengaruh budaya populernya di pasar global. (*)
Editor : Putut Ariyo