Serangan Kapal Tanker Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia

JawaPos • Dipublikasikan Jumat, 6 November 2026 | 13:20 WIB

 

Serangan Amerika Serikat terhadap kapal tanker picu ancaman tumpahan minyak di kawasan teluk (Al-Jazeera)
Serangan Amerika Serikat terhadap kapal tanker picu ancaman tumpahan minyak di kawasan teluk (Al-Jazeera)

batampos – Harga minyak mentah dunia melonjak pada perdagangan Jumat (6/11/2026) pagi. Kekhawatiran investor terhadap gangguan pasokan akibat konflik Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga minyak.

Mengutip Investing, Jumat (6/11) pukul 07.53 WIB, minyak mentah Brent naik 4,70 poin atau 4,97 persen ke level USD 99,32 per barel. Posisi tersebut lebih tinggi dibandingkan perdagangan Kamis (5/11) pagi yang berada di level USD 94,62 per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat tercatat di level USD 90,97 per barel.

Mengutip Reuters, kenaikan harga minyak dipicu meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan. Hal ini menyusul serangkaian serangan terhadap kapal tanker di kawasan Teluk.

Analis komoditas UBS, Giovanni Staunovo, mengatakan ketidakpastian konflik di Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang menopang harga minyak.

"Situasi di Timur Tengah masih belum terselesaikan, sehingga harga minyak mengalami pemulihan," ujarnya.

Kekhawatiran pasar juga meningkat setelah sejumlah kapal tanker dilaporkan mengalami insiden serangan. Badan keamanan maritim Inggris, UK Maritime Trade Operations (UKMTO), mencatat sedikitnya lima kapal melaporkan insiden sejak Minggu.

Jumlah tersebut mendekati rekor pada Oktober lalu. Saat itu, UKMTO mencatat 35 kapal mengalami insiden, menjadi angka tertinggi selama konflik berlangsung.

Presiden Lipow Oil Associates, Andy Lipow, menilai laporan mengenai kapal tanker yang terkena ranjau maupun menjadi sasaran drone terus membayangi pergerakan harga minyak dunia.

Sikap Iran yang belum menunjukkan perubahan terkait negosiasi dengan AS juga menambah ketidakpastian pasar.

Meski demikian, peluang terjadinya serangan militer baru AS terhadap Iran mulai diperkirakan sedikit menurun.

Di sisi lain, Garda Revolusi Iran menyatakan dua kapal tanker minyak dan satu kapal tunda terbakar dalam insiden terpisah setelah mencoba melintasi Selat Hormuz melalui jalur yang tidak diizinkan.

Gangguan pasokan juga membayangi Rusia setelah Ukraina kembali melancarkan serangan terhadap fasilitas pengolahan minyak negara tersebut.

Kilang Ryazan, salah satu kilang minyak terbesar Rusia, diduga menjadi sasaran serangan drone pada Kamis dini hari.

Jika terkonfirmasi, serangan tersebut menjadi yang kedua terhadap kilang minyak Rusia dalam sepekan. Sebelumnya, fasilitas kilang Yaroslavl dilaporkan diserang pada Senin malam.

Perkembangan konflik di Timur Tengah dan serangan terhadap fasilitas energi Rusia membuat pelaku pasar terus mencermati potensi gangguan pasokan minyak global.(*)

Editor : Cipi Ckandina
harga tanker serangan minyak