Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Sampai Akhir Tahun, 2.500 Ton Beras SPHP Bulog Siap DiSalurkan ke Warga Tanjungpinang dan Bintan

Mohamad Ismail • Senin, 14 Juli 2025 | 13:30 WIB
Stok beras premium dan medium di Gudang Bulog Tanjungpinang, Jumat (21/3).
Stok beras premium dan medium di Gudang Bulog Tanjungpinang, Jumat (21/3).

batampos- Beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) kini diperbolehkan untuk disalurkan kembali. Setidaknya terdapat 2.500 ton beras SPHP yang bakal disalurkan ke Kota Tanjungpinang dan Bintan hingga penghujung tahun 2025.

Penyaluran beras SPHP ini sempat dihentikan selama beberapa bulan, berdasarkan perintah Badan Pangan Nasional (Bapanas).

"Namun kemarin sudah ada penugasan untuk penyaluran (SPHP), di Tanjungpinang sudah mulai kita salurkan," kata Kepala Cabang Bulog Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, Senin (14/7).

Namun regulasi penyaluran beras SPHP tersebut kini dirubah. Penyaluran beras tersebut harus melalui mitra pengecer di pasar, Koperasi Kelurahan Desa (Kopdes) Merah Putih dan Dinas Pangan di Tanjungpinang.

"Sebelumnya mitra pengecer ada mitra pasar dan permukiman. Untuk penyaluran sekarang harus melalui tiga saluran tersebut," sebutnya.

Ia menerangkan, Kopdes Merah Putih yang ada di Tanjungpinang dan Bintan tetap mengambil stok beras SPHP dari Bulog. Kemudian, beras tersebut bisa langsung dijual ke masyarakat dengan harga eceran tertinggi (Het) Rp13 ribu.

Selain itu, penyaluran beras SPHP saat ini juga menggunakan aplikasi dari Bulog. Sehingga, dari awal tiba beras tersebut, hinga diserahkan ke masyarakat akan tercatat di aplikasi itu. Pembeli beras SPHP ini juga akan difoto oleh penyalur.

"Pembeli wajib difoto dan di upload di aplikasi Bulog. Hal ini agar tidak ada penyimpangan penyaluran SPHP dan AGAR tepat sasaran," tegasnya.

Saat ini, kata Arief stok beras SPHP yang ada di Gudang Bulog Tanjungpinang ada sebanyak kurang lebih 2.500 ton. Stok beras ini diprediksi dapat memenuhi kebutuhan Kota Tanjungpinang dan Bintan hingga lima bulan kedepan.

"Stok beras SPHP cukup untuk memenuhi kebutuhan. Estimasi bertahan lima bulan kedepan, untuk Tanjungpinang dan Bintan," pungkasnya. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#bulog #beras