batampos- Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kepulauan Riau menegaskan tidak memiliki data penerima bantuan sosial, yang berprofesi sebagai pegawai BUMN dan Dokter, sesuai dengan temukan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi (PPATK).
Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinsos Kepri, Irwanto mengatakan selama ini pihaknya memang tidak mengetahui secara rinci, soal profesi penerima bansos. Sebab, bansos tersebut disalurkan langsung oleh Pemerintah Pusat.
"Kita memang tidak punya data itu, bahkan tingkat kabupaten dan kota juga tidak memiliki data ini, yang menyangkut profesi," kata Irwanto, Senin (11/8).
Ia menerangkan, bahwa pihaknya hanya memiliki data jumlah total penerima bansos. Saat ini ada 48.917 keluarga yang menerima PKH dari pemerintah pusat. Dengan rincian di Bintan sebanyak 4.432 keluarga, Karimun 6.532 keluarga, Anambas 1.204 keluarga, Lingga 5.132 keluarga, Natuna 1.962 keluarga, Batam 24.456 keluarga dan Tanjungpinang sebanyak 5.217 keluarga.
Sementara program BPNT, penerima di Bintan ada sebanyak 5.814 keluarga, Karimun 8.529 keluarga, Anambas 1.368 keluarga, Lingga 8.915 keluarga, Natuna 3.636 keluarga, Batam 28.870 keluarga dan Tanjungpinang sebanyak 6.363 keluarga.
"Kita hanya punya rekapan saja. Karena penyaluran ini langsung dari pusat. Kurang tahu juga kepada dokter dan pegawai BUMN ikut menerima bansos," sebutnya.
Ia menambahkan, saat ini angka kemiskinan se Provinsi Kepri ada sebanyak 109,98 ribu orang. Angka ia klaim mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode September 2024, dengan jumlah 117,28 orang.
"Per Maret 2025 4,44 persen. Mengalami penurunan jika dibandingkan dengan September 2024, sebelumnya 4,78 persen," tambahnya. (*)
Editor : Tunggul Manurung