batampos- Siklon tropis senyar yang memicu banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera dipastikan tidak berdampak langsung di wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Meskipun begitu, wilayah Kepri terutama Tanjungpinang dan Bintan tidak luput dari pengaruh tidak siklon tropis senyar tersebut. Salah satunya adalah peningkatan tinggi gelombang di perairan Kepri yang mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.
Sementara itu, curah hujan di wilayah Kepri dinilai masih berada pada kategori normal dan tidak menunjukkan indikasi hujan ekstrem seperti yang terjadi di Sumatera.
"Dampak yang dirasakan lebih ke peningkatan gelombang dan hujan yang masih dalam level normal," kata Kepala BMKG Kota Tanjungpinang, Ahmad Kosasih, Rabu (3/12).
Stasiun BMKG menetapkan Tanjungpinang dan Bintan dalam status waspada hingga 5 Desember. Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih dapat terjadi, sehingga masyarakat diminta tetap berhati-hati.
Kosasih juga menegaskan bahwa BMKG selalu siap memberikan informasi dini apabila potensi cuaca ekstrem meningkat.
"Jika ada peningkatan kondisi dari waspada menjadi siaga atau awas, tentu akan segera kami sampaikan," tambahnya.
Ia menambahkan, koordinasi mitigasi bencana hidrometeorologi sebenarnya telah dilakukan sejak jauh hari. BMKG telah menggelar pertemuan bersama BPBD Provinsi Kepri, BPBD Kota Tanjungpinang, serta BPBD Kabupaten Bintan.
"Kita sudah menyampaikan soal persiapan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi menjelang Desember dan Januari," pungkasnya. (*)
Editor : Tunggul Manurung