Batampos - Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) bersama Pemerintah Provinsi Kepri menyiapkan pekerja migran formal dan profesional yang siap bersaing di pasar global.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Kementerian P2MI, Pemprov Kepri, hingga Politeknik Negeri Batam, pada Senin (8/6/2026).
Menteri P2MI, Mukhtarudin mengatakan, hal ini dilakukan untuk membangun ekosistem penempatan PMI yang berkualitas melalui kolaborasi pemerintah dan dunia pendidikan.
Baca Juga: Pelabuhan Dompak Akan Direvitalisasi
"Kita harus mempersiapkan penempatan pekerja migran yang memiliki keterampilan. Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perlu dilakukan," tambahnya.
Menurutnya, Kepri memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan singapura dan malaysia, sehingha berpotensi menjadi salah satu daerah utama penghasilan tenaga kerja formal dan profesional.
Baca Juga: Waduk SPAM IKK Seri Kuala Lobam Mengering, Warga Desak Solusi
Program kerja sama tersebut akan diimplementasikan secara bertahap mulai 2026 hingga 2029 dengan fokus meningkatkan penempatan pekerja migran pada sektor formal dan profesional.
Sementara itu, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, Kepri memiliki peran penting dalam arus pekerja migran Indonesia karena menjadi daerah perlintasan sekaligus daerah asal pekerja yang bekerja di luar negeri.
"Kita terus memperkuat kerja sama dengan Kementerian P2MI agar perlindungan serta peningkatan kualitas pekerja migran Indonesia dapat berjalan secara maksimal," pungkasnya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak