Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

8.166 KK Warga Karimun Tidak Layak Menerima BLTS Kesra, Karena Tak Masuk Keluarga Miskin

Sandi Pramosinto • Senin, 10 November 2025 | 15:00 WIB

Rachmadi
Rachmadi

batampos- Pemerintah Kabupaten Karimun hampir selesai melakukan verifikasi terkait penerima bantuan langsung tunai sementara kesejahteraan rakyat (BLTS Kesra). Data yang diverifikasi tersebut merupakan data yang berasal dari data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN) pemerintah pusat.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karimun, Rachmadi yang dikonfirmasi Batam Pos mengatakan, data yang diterima dari pusat tersebut sebanyak 27.583 kepala keluarga (KK) yang merupakan total seluruh penerima yang terbagi dalam dua jenis.. ''Yakni, keluarga penerima manfaat program keluarga harapan (KPM PKH) atau penerima sembako dan BLTS Kesra,'' ujarnya.

Dari DTSEN tersebut, tambahnya, sebanyak 9.154 penerima KPM PKH/ Sembako. Sisanya, sebanyak 18.429 calon penerima BLTS Kesra yang dilakukan verifikasi kembali yang tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Karimun. Untuk itu, dalam melakukan verifikasi ini pihaknya melibatkan semua kecamatan. Dan, masing-masing kecamatan memerintahkan lurah dan kepala desa untuk melakukan verifikasi.

''Hasil dari verifikasi yang sudah dijalankan menggunakan DTSEN diketahui dari 18.429 calon penerima BLTS Kesra 8.166 KK atau 44 persen dinyatakan tidak layak. Ketidaklayakan ini ini karena memang bukan termasuk kategori penerima sebagai masyarakat miskin, penerima sudah meninggal dunia dan juga ada yang pindah tempat tinggal. Dan, selebihnya 10.164 KK 56 persen dinyatakan layak menerima BLTS Kesra,'' ungkap Rachmadi.

Verifikasi yang dilakukan sampai dengan awal bulan ini, katanya, sudah mencapai 99,5 persen.
Artinya, dari 14 kecamatan yang ada Kabupaten Karimun, hanya satu Kelurahan di Kecamatan
Meral Barat yang belum selesai melakukan verifikasi. Dan, jumlahnya juga tidak banyak, hanya 99 KK lagi yang masih harus diverifikasi.

Menyinggung tentang rencana pemasangan stiker di setiap rumah masyarakat miskin yang
menerima BTLS Kesra dan KPM PKH, Rachmadi menyebutkan, rencana tersebut memang ada
namun harus diputuskan terlebih dulu oleh pimpinan.

''Memang di beberapa daerah lain sudah melakukan hal itu (pemasangan stiker). Tapi, untuk Karimun masih sekedar wacana,'' paparnya.

Data yang dihimpun Batam Pos, calon penerima BLTS Kesra di Karimun paling banyak terdapat di Kecamatan Meral layak sebanyak 1434 KK. Selanjutnya di Kecamatan Kundur Barat jumlah penerima juga cukup banyak, yakni 1022 KK dan tempat ketiga terbanyak di Kecamatan Karimun sebanyak 1020 KK. Sementara, untuk calon penerima BLTS Kesra paling sedikit ada di Kecamatan Selat Gelam dengan jumlah 309 KK. (*)

 

 

Editor : Tunggul Manurung
#keluarga miskin #BLT