batampos – Tujuh gedung baru di Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat Engku Haji Daud (RSJKO EHD) Provinsi Kepulauan Riau di Tanjunguban resmi beroperasi, Jumat (13/2).
Peresmian tersebut ditinjau langsung Ansar Ahmad didampingi Direktur RSJKO EHD Kepri, dr Asep Guntur Sapari.
Tujuh gedung yang mulai difungsikan meliputi Instalasi Gawat Darurat (IGD), gedung penunjang, gedung rawat inap anak dan remaja, gedung lansia, gedung rehabilitasi psikososial, serta gedung perawatan komorbid.
dr Asep Guntur Sapari menjelaskan pembangunan tujuh gedung tersebut merupakan tahap kedua dengan alokasi anggaran sekitar Rp54,3 miliar. Sebelumnya, pada 2023 telah dibangun tahap pertama berupa gedung rawat inap jiwa dan perkantoran dengan anggaran sekitar Rp21,1 miliar.
Selain infrastruktur, rumah sakit ini juga dilengkapi peralatan medis, salah satunya Heart Rate Variability (HRV) yang berfungsi mendeteksi kondisi kesehatan mental, tingkat stres fisik dan psikologis, serta indikasi gangguan sistem kardiovaskular.
Dengan kapasitas sekitar 220 pasien, RSJKO EHD Kepri kini didukung tenaga medis lengkap, termasuk dokter spesialis kesehatan jiwa dan subspesialis.
Ansar Ahmad mengatakan persoalan kesehatan jiwa merupakan isu penting dan menjadi perhatian global. Dengan peningkatan sarana dan prasarana ini, ia berharap kualitas pelayanan kesehatan jiwa dan ketergantungan obat di Kepri semakin optimal.
“Masalah kejiwaan adalah isu global. Dengan peningkatan fasilitas tahap kedua ini, kita harapkan pelayanan semakin baik,” ujarnya.
Ansar juga mendorong rumah sakit lain di Kepri memiliki keunggulan masing-masing, seperti RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) yang diarahkan unggul dalam penanganan kanker dan jantung.
Menurutnya, dengan peningkatan fasilitas dan spesialisasi layanan, masyarakat Kepri diharapkan tidak perlu lagi berobat ke Jakarta atau daerah lain.
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, dr Sunarto, mengapresiasi pemanfaatan dana alokasi khusus untuk pembangunan fasilitas tersebut.
Ia menyebut ke depan konsep rumah sakit ini akan menjadi rumah sakit umum dengan keunggulan spesifik di bidang kesehatan jiwa dan ketergantungan obat.
“Rumah sakit ini akan menjadi rumah sakit umum dengan keunggulan jiwa dan ketergantungan obat,” katanya. (*)