Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Era AI Tak Menggeser Matematika, Justru Makin Dibutuhkan

jpg • Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:01 WIB
Ilustrasi matematika. (istimewa)
Ilustrasi matematika. (istimewa)

batampos – Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), matematika justru semakin menunjukkan peran pentingnya. Bukan sekadar ilmu berhitung, matematika kini menjadi fondasi utama dalam membantu pengambilan keputusan, mengelola risiko, hingga memprediksi berbagai tantangan global.

Mulai dari ancaman serangan siber, krisis keuangan, perubahan iklim, hingga risiko bencana seperti banjir, seluruhnya membutuhkan pendekatan berbasis data dan pemodelan matematis agar dapat dianalisis serta diantisipasi secara lebih akurat.

Kajian Program Studi S1 Business Mathematics STEM Universitas Prasetiya Mulya menunjukkan bahwa matematika akan tetap menjadi kompetensi strategis di era digital. Dalam satu dekade ke depan, kemampuan mengolah data dan membuat prediksi berbasis matematika diperkirakan menjadi keterampilan yang sangat dibutuhkan di berbagai sektor.

Ketua Program Studi S1 Business Mathematics STEM Universitas Prasetiya Mulya, Dr. Yeftanus Antonio, mengatakan masih banyak masyarakat yang memandang matematika sebatas pelajaran berhitung. Padahal, hampir seluruh teknologi modern, termasuk AI, machine learning, dan analitik data, dibangun di atas konsep matematika.

"Banyak orang mengira AI akan menggantikan matematika. Faktanya, AI justru membutuhkan matematika sebagai fondasi utama. Tanpa matematika, tidak akan ada machine learning, analitik data, maupun teknologi cerdas yang saat ini berkembang," ujar Yeftanus.

Berperan Mengelola Risiko

Menurut Yeftanus, perkembangan teknologi digital juga menghadirkan tantangan baru, salah satunya meningkatnya risiko kebocoran data dan serangan siber.

Melalui teori peluang, teori jaringan, serta pemodelan risiko, matematika membantu perusahaan menghitung tingkat ancaman, memperkirakan potensi kerugian, hingga menyusun strategi mitigasi yang lebih efektif.

Peran tersebut juga sangat penting di sektor keuangan. Pengalaman krisis keuangan global 2008 menunjukkan bagaimana gangguan pada satu institusi dapat berdampak luas terhadap sistem ekonomi dunia.

Dengan model matematika risiko sistemik, regulator maupun bank sentral dapat mendeteksi potensi masalah lebih dini sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan sebelum krisis meluas.

Membantu Hadapi Perubahan Iklim

Tak hanya di bidang bisnis dan keuangan, matematika juga menjadi instrumen penting dalam menghadapi perubahan iklim.

Melalui pemanfaatan data satelit dan machine learning, para peneliti mampu memodelkan kemampuan ekosistem, seperti hutan mangrove, dalam menyerap karbon.

Selain itu, model matematika spasial-temporal digunakan untuk memetakan titik api di lahan gambut, memperkirakan dampak kebakaran hutan terhadap kesehatan dan ekonomi, hingga mensimulasikan risiko banjir di berbagai wilayah Indonesia.

"Ke depan, tantangan seperti pembangunan kota cerdas berkelanjutan, perubahan iklim, transformasi digital, dan perkembangan AI membutuhkan kemampuan kuantifikasi yang kuat. Matematika menjadi bahasa untuk memahami risiko, membuat prediksi, dan menghasilkan keputusan yang lebih baik," kata Yeftanus. (*)

Editor : Jamil Qasim
#artificial intelligence #matematika