batampos - Adidas kembali mencuri perhatian dunia dengan menghadirkan inovasi terbaru di industri alas kaki. Adidas resmi memperkenalkan BB.01, sepatu basket yang dibuat menggunakan teknologi 3D printing dan diproduksi dalam jumlah sangat terbatas, yakni hanya 169 pasang di seluruh dunia.
Peluncuran BB.01 menjadi tonggak baru bagi Adidas dalam mengembangkan teknologi manufaktur digital. Sepatu merupakan produk perdana dari Project R.A.P. (Radical Athlete Perception), sebuah inisiatif yang berfokus pada penciptaan sepatu olahraga generasi baru melalui proses pencetakan tiga dimensi.
Sepatu ini dijadwalkan mulai dipasarkan pada 10 Juli 2026 dengan harga sekitar US$250 per pasang. BB.01 menjadikan salah satu rilis paling eksklusif dari Adidas tahun ini.
BB.01 mengusung struktur utama yang dicetak menggunakan teknologi 3D printing. Adidas merancang sepatu ini dengan pola kisi (lattice) yang memungkinkan kombinasi bantalan, fleksibilitas, serta stabilitas yang lebih optimal saat digunakan di lapangan.
Baca Juga: Nike Shox Z Calistra Hadir dengan Gaya Y2K Modern, Padukan Teknologi Shox dan Tren Balletcore
Desain juga diklaim membantu mengurangi jumlah komponen sehingga menghasilkan konstruksi yang lebih ringan dan efisien. Peluncuran BB.01 melanjutkan investasi Adidas dalam teknologi manufaktur aditif yang sebelumnya telah diterapkan pada lini Climacool.
Perusahaan berupaya menghadirkan proses produksi yang lebih presisi sekaligus membuka peluang untuk menciptakan desain sepatu yang sulit diwujudkan dengan metode manufaktur tradisional.
BB.01 juga diposisikan sebagai ajang uji coba bagi teknologi yang kemungkinan akan diterapkan pada produk Adidas berikutnya. BB.01 diposisikan sebagai ajang uji coba bagi teknologi yang kemungkinan akan diterapkan pada produk Adidas berikutnya.
Project R.A.P. disebut akan menjadi fondasi pengembangan berbagai model sepatu olahraga masa depan, mulai dari basket hingga kategori performa lainnya.
Kehadiran BB.01 menunjukkan arah baru Adidas dalam menggabungkan teknologi pencetakan 3D dengan kebutuhan atlet profesional.(*)
Editor : Juliana Belence