Sehat Fisik dan Finansial Sejak Muda, Ini Tips None Jakarta 2026

JawaPos • Dipublikasikan Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:00 WIB
Dokter sekaligus None Jakarta 2026, Citra Poerwa, (kanana) menghadiri diskusi Sehat Financial, Sehat Badan, Sehat Jakarta, di Blok M Square, Jaksel. (Istimewa) 
Dokter sekaligus None Jakarta 2026, Citra Poerwa, (kanana) menghadiri diskusi Sehat Financial, Sehat Badan, Sehat Jakarta, di Blok M Square, Jaksel. (Istimewa) 

batampos – Menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan kondisi keuangan menjadi salah satu kunci untuk mendukung produktivitas jangka panjang. Keduanya perlu diperhatikan agar seseorang dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.

Hal tersebut dibahas dalam diskusi bertajuk “Sehat Finansial, Sehat Badan, Sehat Jakarta” pada Jakarta Financial Festival 2026 di Blok M Square, Jakarta Selatan, Sabtu (24/10).

Kegiatan yang berlangsung pada 23–24 Oktober 2026 ini merupakan bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan dan program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) DKI Jakarta.

Diskusi tersebut menghadirkan None Jakarta 2026 sekaligus praktisi kesehatan, dr. Citra Poerwa, sebagai narasumber utama. Hadir pula Pemimpin Grup Dana Ritel & Transaksional Bank Jakarta, Yuniar T. Manik, serta Corporate Credit Analyst Bank Jakarta, Dedi Akhmadi.

Sehat Bukan Hanya soal Fisik

Dalam paparannya, Citra menjelaskan bahwa kesehatan perlu dipahami secara menyeluruh, bukan hanya dilihat dari kondisi fisik. Menurutnya, kesehatan juga mencakup aspek mental dan sosial yang memengaruhi kehidupan sehari-hari.

“Berdasarkan definisinya sendiri, sehat itu ada tiga aspek. Sehat fisik, sehat mental, dan juga sehat sosial. Jadi bukan semata-mata tubuhnya saja, tapi pikiran kita nih, mentalnya bagaimana dalam menghadapi sehari-hari dan juga sosial, interaksi dengan lingkungan sekitarnya,” ujar Citra.

Ia menambahkan, menjaga kesehatan sejak usia muda merupakan bentuk investasi jangka panjang agar seseorang dapat mempertahankan kebugaran dan produktivitas hingga usia lanjut.

Siasati Kesibukan dengan Aktivitas Fisik

Kesibukan pekerjaan dan mobilitas perkotaan kerap membuat seseorang kesulitan meluangkan waktu untuk berolahraga. Namun, Citra menilai aktivitas fisik tetap bisa dilakukan melalui kebiasaan sederhana di sela-sela rutinitas.

Salah satunya dengan berjalan kaki setelah makan, meskipun tidak sempat pergi ke pusat kebugaran.

“Misalkan kita enggak sempat nih untuk ke tempat olahraga, untuk nge-gym, kita siasatin setiap habis makan itu kita jalan kaki lah. Jalan kaki lah 10 sampai 15 menit. Yang adem-adem aja di dalam kantor juga boleh, yang penting kita bergerak,” tutur Citra.

Selain aktif bergerak, menjaga pola makan seimbang dan mengelola pikiran secara bijak juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan kesehatan.

Stres Finansial Bisa Memengaruhi Kesehatan

Citra juga menyoroti hubungan antara tekanan finansial dan kondisi kesehatan mental maupun fisik. Persoalan keuangan yang tidak tertangani dengan baik dapat menjadi beban pikiran dan memengaruhi kualitas hidup seseorang.

Karena itu, ia mengingatkan pentingnya mengelola tekanan tersebut dengan menghadapi persoalan secara bertahap.

“Ada jurnalnya yang betul membahas kalau stres finansial itu berpengaruh terhadap kesehatan mental dan juga fisik. Jadi kita harus bisa gimana caranya manage agar kita bisa lebih gimana caranya menghadapi permasalahan itu satu per satu lah,” kata Citra.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa menjaga kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kebiasaan fisik, tetapi juga kemampuan menghadapi tekanan dalam kehidupan sehari-hari.

Atur Prioritas Keuangan bagi Generasi Sandwich

Diskusi itu turut menyoroti tantangan generasi sandwich, yaitu mereka yang harus memenuhi kebutuhan pribadi sekaligus membantu menanggung kebutuhan anggota keluarga.

Dalam kondisi tersebut, pengelolaan keuangan perlu dilakukan dengan mempertimbangkan skala prioritas. Citra menyarankan agar kebutuhan dasar menjadi perhatian utama sebelum seseorang mengalokasikan dana untuk kebutuhan sekunder dan tersier.

“Mungkin kalau dari saya, kalau saya mungkin lebih ke kebutuhan dasarnya dulu ya yang harus dipenuhi. Antara kebutuhan diri sendiri dan keluarga pasti ada kebutuhan dasarnya dulu nih, baru yang sekunder yang tersiernya,” ucap Citra.

Dengan menentukan prioritas secara lebih terarah, pengeluaran dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial sekaligus mempertimbangkan kebutuhan diri sendiri dan keluarga.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan fisik dan mengelola keuangan merupakan dua aspek yang perlu diperhatikan secara seimbang. Kebiasaan sederhana, seperti rutin bergerak, menjaga pola makan, dan menyusun prioritas pengeluaran, dapat menjadi langkah awal untuk membangun kehidupan yang lebih sehat dan terencana.(*)

Editor : Cipi Ckandina
Fisik None Jakarta sehat finansial