Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Jalan di Desa Sedamai Dipenuhi Sampah dari Laut

Vatawari BP • Rabu, 4 Februari 2026 | 23:29 WIB
KEPALA Desa Sedamai, Encek Syarif bersama Bhabinkamtibmas Desa Sedamai memasang tanda hati-hati di jalan. F. Encek Syarif untuk BATAM POS
KEPALA Desa Sedamai, Encek Syarif bersama Bhabinkamtibmas Desa Sedamai memasang tanda hati-hati di jalan. F. Encek Syarif untuk BATAM POS

Batampos - Musim angin Utara mengakibatkan gelombang laut besar. Di pesisir Kabupaten Lingga tepatnya di Desa Sedamai, Singkep Pesisir, terlihat jalan umum dipenuhi sampah yang berasal dari laut.

Sampah berserakan diantarkan gelombang hingga ke bibir pantai yang berdekatan ke pinggir jalan.

Tidak hanya sampah dari laut yang berserakan, jalan tersebut juga menjadi licin yang berpotensi membahayakan para pengguna.

Ditambah lagi, jalan di kawasan Singkep pesisir merupakan akses utama penghubung masyarakat Dabo Singkep untuk menuju pelabuhan penyeberangan ke luar daerah di Jagoh.

Kepala Desa Sedamai, Encek Syarif saat dikonfirmasi mengatakan permasalahan ini sering dialami masyarakat saat masuk musim Utara yang mana ombak laut besar hingga naik ke badan jalan dan membawa sampah dari laut berserakan di jalan.

"Setiap tahun kami mengalami hal yang serupa. Setiap Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) kami selalu mengusulkan untuk pembangunan DAM atau penahan ombak laut, namun hasilnya tetap nihil," ujar Encek Syarif, Rabu (4/2/2026).

Encek Syarif menambahkan, untuk antisipasi sementara, pihak Desa bersama kepolisian yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Desa tersebut memasang tanda bahaya agar para pengguna jalan dapat lebih berhati-hati.

"Kami sudah pasang tanda bahaya disekitar jalan, meskipun belum ada korban jiwa, tapi jalanan yang licin berpotensi menimbulkan kecelakaan," jelasnya.

Ia menambahkan, kemarin dari Pemerintah Kabupaten Lingga menawarkan untuk pembangunan batu miring, namun kami tidak setuju karena kami nilai tidak dapet berfungsi secara maksimal.

"Kalau hanya sekedar batu miring saja lebih baik tidak usah, karena hak itu tidak maksimal dan malah membuang uang saja," tambahnya.

Encek Syarif berharap agar usulan pembangunan DAM untuk menahan ombak laut dapat ditanggapi oleh pemerintah Daerah agar dapat diteruskan kepada pemerintah pusat.

"Semoga usulan kami ini dapat terealisasi. Apalagi kita memiliki anggota perwakilan di pusat dari DPR dan DPD dari dapil Kepulauan Riau," tutupnya. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#lingga #Musim Angin Utara #sampah laut