Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Melihat Al-Aula, Masjid Tertua Di Pulau Singkep

Vatawari BP • Senin, 23 Februari 2026 | 20:00 WIB

Masjid Al-Aula yang merupakan masjid tertua di Pulau Singkep, Senin (23/2). F. Vatawari/BATAM POS
Masjid Al-Aula yang merupakan masjid tertua di Pulau Singkep, Senin (23/2). F. Vatawari/BATAM POS
Batampos - Masjid Al-Aula merupakan masjid tertua di Pulau Singkep, Kabupaten Lingga. Masjid ini terletak di belakang pasar Dabo Singkep. Meskipun Majid ini dikelilingi oleh mayoritas masyarakat Tionghoa, namun bangunan masjid ini tetap tegak berdiri dengan kokoh dan megah seolah menjadi gambaran bahwa kerukunan umat beragama bagi masyarakat Dabo Singkep masih tetap terjaga dengan baik.

Diketahui, masjid ini berdiri sejak 16 Januari 1931 Masehi atau 26 Sya'ban 1349 hijriah. Masjid ini dibangun diatas tanah yang dihibahkan oleh masyarakat dan menggunakan swadaya masyarakat untuk membangunnya.

Saat ini masjid Al-Aula menginjak usia 95 tahun. Dengan usia yang hampir satu abad ini, pada tahun 2025 kemarin, Masjid Masjid Al Aula ditetapkan sebagai Masjid Jami'. Penetapan masjid Al-Aula sebagai masjid Jami' karena dianggap sudah memenuhi kriteria dan ketentuan yang berlaku.

Kisan Jaya, salah satu tokoh agama di Dabo Singkep menjelaskan, pada awalnya, masjid ini dibangun berstruktur panggung, yang hanya menampung jamaah kurang dari 100 orang. Seiring berjalannya waktu, dengan swadaya masyarakat dan bantuan dari pemerintah, bangunan dibangun menjadi dua lantai dan bisa menampung lebih kurang 700 orang jamaah.

"Dulu bentuknya kecil dan panggung, palingan muat 50 jamaah atau kurang dari 100 jamaah. Sekarang bisa 700 jamaah, karena ada dua lantai," ungkap Kisan Jaya, Senin (23/2/2026).

Kisan mengungkapkan, sejak awal berdirinya masjid ini sudah mengalami beberapa kali pergantian pengurus. Selama perjalanannya, masjid ini semakin dibenahi, masjid yang dulunya terbuat dari papan dan terbatas akan sarana prasarana, kini sudah memiliki sarana prasarana yang memadai, mulai dari lahan parkir luas, fasilitas tempat wudhu memadai, hingga ruangan sudah ber-AC.

Selain untuk tempat beribadah, masjid ini juga digunakan oleh pengurus untuk menjalankan program Maghrib mengaji, kajian agama, hingga latihan manasik haji secara gratis.

"Jadi kami tidak membenahi masjid saja, tapi juga membuat bagaimana jamaah selalu datang ke masjid," tuturnya.

Kisan Jaya menambahkan, meskipun bangunan dan kepengurusan terus berganti, tetapi komitmen awal bangunnya masjid ini tidak pernah berubah. Pengajian yang dari dulu sudah ada di masjid ini tetap terus terjaga hingga hari ini.

"Pengajian masih terus dilakukan, hanya saja tata caranya yang kita sesuaikan dengan perkembangan zaman," tambahnya.

Kisan Jaya berharap, masjid ini dapat menjadi motor penggerak bagi anak muda dan masyarakat untuk terus menebar kebaikan dan manfaat bagi orang lain. (*)

 

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Masjid Al Ula Dabo Singkep #masjid tertua