Batampos - Masyarakat Desa Benan, Kecamatan Katang Bidare, Kabupaten Lingga pertanyaan penyebab dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Mereka yang tak kunjung beroperasi.
Diketahui, Desa Benan merupakan salah satu Desa yang mendapatkan 1 titik dapur SPPG untuk wilayah 3T (Tertinggal, Terluar dan Terdepan) di Kabupaten Lingga.
Alpin, salah satu warga Desa Benan mengungkapkan bahwa dapur SPPG di Desa mereka sudah selesai dibangun hampir 3 bulan. Namun demikian, hingga saat ini dapur tesebut tak kunjung beroperasi.
"Sudah hampir tiga bulan dapur siap dibangun tapi belum ada kejelasan kapan MBG bisa dijalankan," ujar Alpin, Rabu (4/3/2026).
Alpin mengungkapkan, para pelajar di Desa mereka sudah menunggu penuh harap untuk mendapatkan makanan dari program MBG ini seperti teman-teman mereka di daerah lain. Bahkan ada siswa-siswi SD Negeri 006 Senayang membuat video dan mengupload di media sosial mempertanyakan kapan mereka bisa menikmati menu MBG.
"Kasihan melihat pelajar di sini. Mereka sudah menanti dengan penuh harap. Mereka juga sempat membuat video dan mengupload di tiktok," ungkapnya.
Ia menambahkan, bahwa di Kabupaten Lingga sudah ada 5 dapur SPPG yang beroperasi antara lain di Kecamatan Singkep 3 Dapur, Kecamatan Singkep Barat 1 Dapur dan Kecamatan Lingga 1 Dapur.
"Mengapa cuma di daerah tertentu saja yang sudah menikmati makanan MBG ini di Kabupaten Lingga. Apakah di tempat kami tidak menjadi prioritas," tambahnya.
Selanjutnya, Ketua Tim Satgas Percepatan MBG Kabupaten Lingga, Novrizal mengatakan untuk dapur SPPG di Desa Benan dalam waktu dekat akan segera beroperasi. Saat ini masih ada beberapa proses yang harus diselesaikan terlebih dahulu.
"Kita masih menunggu proses pembayaran dari BGN kepada Yayasan. Jika semuanya sudah selesai dapur tersebut akan segera beroperasi," ungkap Novrizal.
Novrizal menjelaskan, setiap dapur SPPG yang sudah selesai di bangun tidak bisa langsung segera dijalankan karena menunggu juknis dan arahan dari BGN langsung.
"Kita di Daerah tugasnya hanya melakukan pengecekan dan kontrol saja. Terkait kapan beroperasi itu semua ketentuan dari BGN," jelasnya.
Novrizal berharap, masyarakat dapat sedikit bersabar. Seluruh masyarakat Kabupaten Lingga yang terdaftar sebagai penerima manfaat MBG pasti akan mendapatkannya.
"Tidak ada yang dibeda-bedakan, semuanya sama-sama penerima dan menerima manfaat. Tetapi tetap berdasarkan instruksi dari BGN," pungkasnya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak