Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Angin Puting Beliung Rusak 2 Rumah dan 1 Posyandu di Tanjung Harapan

Vatawari BP • Senin, 6 April 2026 | 15:15 WIB
SALAH satu rumah warga Desa Tanjung Harapan yang rusak parah akibat hantaman angin puting beliung, Senin dini hari (6/4). F. Vatawari/BATAM POS
SALAH satu rumah warga Desa Tanjung Harapan yang rusak parah akibat hantaman angin puting beliung, Senin dini hari (6/4). F. Vatawari/BATAM POS

Batampos - Angin Puting Beliung menghantam pemukiman warga Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Senin (6/4/2026) sekitar pukul 01.30 WIB dini hari. Warga yang tengah terlelap tidur, terbangun dan sempat panik karena kerasnya angin disertai benda-benda yang beterbangan ke segala arah.

Danton Damkar unit Dabo Singkep Ikmal Hakim mengatakan, insiden tersebut tidak ada korban jiwa namun 2 rumah, satu posyandu, serta satu cafe milik warga rusak parah. 

Salah satu rumah yang terdampak parah adalah milik Hadijah,61, dan suaminya Hamidi,63. Rumah panggung Melayu lama yang mereka tempati kini berubah jadi puing-puing dalam hitungan menit.

Atap seng, rangka kayu, hingga bagian bangunan lainnya terlepas dari struktur rumah. Bahkan, ada seng yang “jalan-jalan” sampai tersangkut di pohon durian sejauh sekitar 100 meter.

Baca Juga: Bioskop April 2026, Ini 8 Film Indonesia yang Siap Tayang

Halaman yang sebelumnya asri dengan pepohonan buah kini tampak seperti lokasi “uji coba badai”. Buah mangga yang tadinya masih di pohon, kini ramai-ramai turun tanpa diundang.

Tak hanya mangga, sejumlah dahan pohon juga patah akibat kuatnya terjangan angin. Pemandangan ini memperlihatkan betapa ganasnya puting beliung yang melanda kawasan tersebut.

Kepala Desa Tanjung Harapan, Irwansyah, mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi untuk melakukan pendataan. 

“Kami sudah mendata rumah korban dan melaporkannya ke BPBD serta Dinas Sosial,” ujar Irwansyah, pagi tadi.

Ia juga menambahkan, warga bersama pihak terkait langsung melakukan gotong royong membersihkan puing-puing. 

Baca Juga: Tragedi di Depan Sekolah, Polisi Soroti Minimnya Fasilitas Keselamatan

"Meski ada beberapa rumah lain yang terdampak, kerusakannya tidak separah yang dialami Hadijah," ujarnya.

 "Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Namun demikian, warga yang rumahnya terdampak pasti mengalami sedikit trauma. Apalagi pada saat kejadian istri Hamidi hampir tertimpa lemari. Beruntung suami istri tersebut sempat bersembunyi ke dapur," ujar Ikmal.

Petugas gabungan dari Damkar, BPBD, TNI-POLRI, Aparat Desa dan Masyarakat setempat telah melakukan evakuasi dan pembersihan puing-puing bangunan sejak pagi hari.

"Untuk sementara korban yang rumahnya terendampak tinggal mengungsi di rumah kerabat karena rumah mereka rusak parah akibat insiden tersebut," tambah Ikmal.

Peristiwa ini jadi pengingat bahwa alam bisa “berulah” kapan saja tanpa jadwal. Karena itu, kewaspadaan dan kesiapsiagaan tetap jadi hal utama, meski kita tidak pernah tahu kapan angin akan berubah jadi bencana. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#lingga #angin puting beliung