Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Waspada, Konsumsi Jahe Berlebihan Bisa Berisiko Perdarahan

Chahaya Simanjuntak • Senin, 5 Mei 2025 | 20:10 WIB

Campuran minuman berbahan teh, jahe dan gula aren dapat meningkatkan daya tahan tubuh.
Campuran minuman berbahan teh, jahe dan gula aren dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

Batampos -  Jahe  atau Zingiber officinale dikenal luas sebagai tanaman herbal yang bermanfaat untuk meredakan mual, menghangatkan tubuh, hingga meningkatkan daya tahan tubuh. Namun, seperti halnya bahan alami lainnya, mengonsumsi jahe secara berlebihan juga dapat menimbulkan efek samping yang tak boleh diabaikan. Meskipun dianggap aman dalam jumlah sedang, jahe bisa menimbulkan gangguan kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan atau tidak sesuai anjuran, seperti mengakibatkan perdarahan

Berikut efek samping jahe apabila dikonsumsi secara berlebihan, yakni:

  1. Masalah Pencernaan: Perut Panas hingga Diare

Kandungan gingerol dan shogaol pada jahe yang memberi sensasi hangat ternyata bisa memicu iritasi lambung jika dikonsumsi terlalu banyak. Gejala yang bisa timbul antara lain rasa panas di perut, mual, diare, hingga kembung.

Menurut National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH), konsumsi jahe lebih dari 4 gram per hari dapat menyebabkan gangguan pencernaan, terutama pada individu dengan lambung sensitif.

  1. Meningkatkan Risiko Perdarahan

Jahe memiliki sifat antikoagulan alami atau pengencer darah. Jika dikonsumsi berlebihan, terutama bersama obat pengencer darah (seperti aspirin atau warfarin), risiko perdarahan dapat meningkat.

Dalam studi yang dimuat oleh American Journal of Obstetrics and Gynecology (2001), ditemukan jahe dapat memperlambat proses pembekuan darah, yang berbahaya bagi penderita gangguan pembekuan atau yang akan menjalani operasi.

  1. Menurunkan Tekanan Darah Secara Drastis

Jahe juga dapat menurunkan tekanan darah. Namun, jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, hal ini bisa menyebabkan tekanan darah turun terlalu rendah (hipotensi), disertai gejala pusing, lemas, dan jantung berdebar.

Hal ini perlu diwaspadai oleh penderita hipotensi atau mereka yang sedang mengonsumsi obat antihipertensi.

  1. Gangguan pada Kehamilan

Meskipun jahe kerap digunakan untuk meredakan mual saat hamil, penggunaannya dalam dosis tinggi tidak disarankan. Menurut World Health Organization (WHO), konsumsi jahe berlebihan selama kehamilan dapat meningkatkan risiko kontraksi rahim yang berpotensi memicu keguguran.

Konsultasi dengan dokter sangat disarankan bagi ibu hamil sebelum mengonsumsi suplemen atau minuman berbahan dasar jahe secara rutin.

  1. Interaksi dengan Obat-obatan

Jahe dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu, seperti:

Interaksi ini bisa memperkuat atau menurunkan efek obat, yang berisiko membahayakan kesehatan jika tidak dikontrol oleh profesional medis. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#konsumsi jahe #tanaman herbal #kesehatan #efek samping jahe