Di antara banyak pilihan buah tropis, markisa dan jeruk sering jadi favorit karena rasanya yang menyegarkan dan kaya manfaat. Namun, jika harus memilih, mana yang lebih sehat: markisa atau jeruk?
Mari kita bandingkan dari beberapa aspek penting nutrisi dan manfaat kesehatan:
1. Kandungan Vitamin C
- Jeruk: Sudah dikenal luas sebagai sumber vitamin C. Satu buah jeruk ukuran sedang mengandung sekitar 70 mg vitamin C—cukup untuk memenuhi kebutuhan harian.
- Markisa: Juga tinggi vitamin C, meski sedikit lebih rendah dari jeruk, dengan sekitar 30 mg per 100 gram.
Pemenang: Jeruk, dengan kandungan vitamin C yang lebih tinggi.
2. Serat
- Jeruk: Mengandung sekitar 2,4 gram serat per 100 gram.
- Markisa: Sangat kaya serat, terutama karena bijinya yang bisa dikonsumsi. Dalam 100 gram markisa, terdapat sekitar 10 gram serat.
Pemenang: Markisa, hampir empat kali lipat lebih banyak serat.
3. Antioksidan
- Jeruk: Mengandung flavonoid dan beta-cryptoxanthin yang baik untuk mencegah peradangan dan penuaan dini.
- Markisa: Mengandung lebih banyak jenis antioksidan, termasuk polifenol dan karotenoid seperti beta-karoten.
Pemenang: Markisa, unggul dalam variasi antioksidan.
4. Kalori dan Gula
- Jeruk: Mengandung sekitar 47 kalori dan 9 gram gula per 100 gram.
- Markisa: Mengandung sekitar 97 kalori dan 11 gram gula per 100 gram.
Pemenang: Jeruk, lebih rendah kalori dan gula, cocok untuk diet rendah kalori.
5. Manfaat Tambahan
- Jeruk: Membantu menjaga daya tahan tubuh, kesehatan kulit, dan penyerapan zat besi.
- Markisa: Selain manfaat umum, juga baik untuk pencernaan, tidur nyenyak (karena kandungan alkaloid ringan), dan kesehatan jantung.
Pemenang: Markisa, lebih unggul dalam manfaat tambahan.
Mana yang Lebih Sehat?
- Jika kamu mencari buah yang rendah kalori dan tinggi vitamin C, jeruk adalah pilihan tepat.
- Namun jika kamu ingin buah dengan serat tinggi, lebih banyak antioksidan, dan manfaat kesehatan yang lebih luas, maka markisa patut jadi juaranya.
Idealnya, konsumsi keduanya secara bergantian akan memberikan manfaat nutrisi yang seimbang untuk tubuh. (*)
Editor : Ichwanul Fazmi