Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

7 Hal yang Perlu Dihindari Saat Jogging, Nomor 3 Selalu Diabaikan

Ichwanul Fazmi • Minggu, 22 Juni 2025 | 11:50 WIB

ILUSTRASI. Pemilihan sepatu jogging yang tepat memiliki peranan besar dalam memberikan manfaat bagi kesehatan.
ILUSTRASI. Pemilihan sepatu jogging yang tepat memiliki peranan besar dalam memberikan manfaat bagi kesehatan.
batampos - Jogging adalah olahraga ringan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung, paru-paru, hingga kebugaran tubuh secara keseluruhan.

Namun, meski tampak sederhana, jogging juga punya aturan dasar yang sebaiknya diperhatikan agar tidak menimbulkan cedera atau efek negatif lainnya.

Berikut ini adalah 7 hal yang perlu dihindari saat jogging agar aktivitas lari Anda tetap aman, nyaman, dan efektif:

1. Tidak Melakukan Pemanasan

Langsung jogging tanpa pemanasan bisa menyebabkan otot "kaget" dan meningkatkan risiko kram, keseleo, atau cedera otot.
Solusi: Lakukan pemanasan ringan seperti stretching dinamis, jalan cepat, atau gerakan mobilisasi sendi selama 5–10 menit sebelum mulai berlari.

2. Mengabaikan Teknik Lari yang Benar

Berlari dengan posisi tubuh membungkuk, langkah terlalu panjang, atau kaki menghentak tanah terlalu keras dapat membebani sendi dan otot.
Solusi: Jaga postur tubuh tetap tegak, bahu rileks, dan ayunkan tangan secara natural. Gunakan langkah pendek yang stabil.

3. Memakai Sepatu yang Tidak Sesuai

Jogging dengan sepatu yang tidak didesain untuk lari dapat menyebabkan cedera seperti nyeri tumit, pergelangan kaki terkilir, atau lecet.
Solusi: Gunakan sepatu lari dengan bantalan yang cukup, ukuran pas, dan memiliki sol yang sesuai untuk permukaan tempat jogging (aspal, trek, rumput).

4. Tidak Mengatur Napas

Banyak orang berlari dengan napas yang pendek atau tidak teratur, yang menyebabkan cepat lelah atau bahkan sesak napas.
Solusi: Latih teknik napas yang stabil, misalnya menghirup lewat hidung dan mengembuskan lewat mulut. Cobalah pola 2:2 — tarik napas selama dua langkah, buang napas selama dua langkah.

5. Jogging Saat Perut Terlalu Penuh atau Kosong

Jogging setelah makan berat bisa menimbulkan rasa mual dan kram perut, sedangkan lari dengan perut kosong bisa menyebabkan lemas atau pusing.
Solusi: Idealnya, makan ringan (seperti pisang atau roti gandum) 30–60 menit sebelum jogging.

6. Terlalu Memaksakan Diri

Terlalu cepat, terlalu lama, atau terlalu sering jogging tanpa memberi waktu istirahat bisa menyebabkan overtraining, cedera, dan kelelahan.
Solusi: Dengarkan tubuh Anda. Ambil jeda saat butuh istirahat, dan berikan waktu pemulihan minimal 1–2 hari dalam seminggu.

7. Mengabaikan Cuaca dan Lingkungan

Jogging di bawah terik matahari, jalanan licin, atau area yang ramai kendaraan bisa berbahaya.
Solusi: Pilih waktu yang tepat—pagi atau sore hari. Gunakan pakaian yang sesuai cuaca, dan pilih rute jogging yang aman, teduh, dan tidak ramai lalu lintas.

Jogging memang kegiatan yang menyenangkan dan menyehatkan, tapi tetap membutuhkan perhatian pada teknik, perlengkapan, dan kondisi tubuh. Menghindari 7 kesalahan umum di atas akan membuat aktivitas jogging Anda lebih aman, efektif, dan berkelanjutan. (*)

Editor : Ichwanul Fazmi
#jogging #kesehatan #olahraga