Proses mendaki gunung.
Batampos - Mendaki gunung merupakan kegiatan alam yang penuh tantangan. Meski menyuguhkan panorama indah dan kepuasan tersendiri, medan gunung menyimpan risiko seperti cuaca atau badai ekstrem, cedera, hingga kehilangan arah atau tersesat.
Karenanya, penting bagi pendaki memahami cara bertahan hidup dalam situasi darurat. Berikut tips bertahan hidup di gunung yang bisa membuatmu selamat saat menghadapi situasi tak terduga, seperti dikutip dari Website NPS USA - Survival Tips for Hikers, yakni:
Baca Juga: Kuncinya Pantang Menyerah, Gerobak Risyanto, Antarkan hingga Kesuksesan
1. Saat Menghadapi Cuaca Ekstrem
Cuaca di gunung bisa berubah drastis dalam hitungan menit. Angin kencang, kabut tebal, hujan deras, bahkan badai bisa mengancam keselamatan.
Tips Bertahan:
- Gunakan pakaian layering system dengan teknik Base layer (menyerap keringat), mid layer (penghangat), dan outer layer (tahan air/angin).
- Segera berteduh saat hujan atau badai petir. Jangan berada di tempat terbuka atau dekat pohon tinggi.
- Bawa ponco yang bisa menutupi tubuh dan carrier.
- Cegah hipotermia. Segera ganti pakaian basah dan hangatkan tubuh dengan makanan hangat, minuman manis, dan tidur dalam sleeping bag
2. Mengatasi Cedera saat Pendakian
Cedera ringan seperti terkilir atau luka lecet hingga cedera serius bisa terjadi kapan saja di gunung.
Baca Juga: Penting! Ini Daftar Perlengkapan Wajib saat Mendaki Gunung
Tips Bertahan:
- Selalu bawa P3K lengkap berisi antiseptik, perban, plester, betadine, obat nyeri, dan balsem.
- Atasi keseleo. Istirahatkan kaki, kompres dingin jika ada, balut dengan perban elastis, dan jangan dipaksakan melanjutkan perjalanan.
- Luka terbuka. Bersihkan dengan air bersih dan antiseptik, kemudian tutup dengan kasa steril.
- Evakuasi darurat. Jika cedera serius, buat tandu sederhana atau hubungi tim SAR melalui HT atau sinyal darurat GPS.
3. Menghindari dan Mengatasi Kehilangan Arah
Tersesat adalah skenario paling ditakuti pendaki, apalagi saat sendirian atau dalam kondisi cuaca buruk.
Tips Bertahan:
- Selalu gunakan peta, kompas, dan GPS offline.
- Tandai jalurdengan patokan alam atau tanda buatan seperti kain dan batu.
- Jika tersesat, jangan panik.Berdiam di tempat dan analisis rute terakhir.
- Gunakan peluit darurat atau cahaya menggunakan senter, headlamp untuk memberi sinyal.
- Naik ke tempat lebih tinggiuntuk melihat sekeliling dan mencari sinyal.
- Bergerak perlahan menyusuri aliran airkarena biasanya mengarah ke pemukiman.
Kesiapan fisik, mental, dan perlengkapan adalah kunci utama keselamatan saat mendaki. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak