Batampos - Bunga matahari atau Helianthus annuus bukan hanya indah untuk dipandang, tapi juga kaya manfaat. Selain bisa mempercantik taman, tanaman ini menghasilkan biji bunga matahari yang bernilai tinggi sebagai camilan sehat dan bahan minyak nabati.
Baca Juga: Biji Bunga Matahari vs Biji Labu, Mana yang Lebih Sehat dan Aman Dikonsumsi?
Bagi Anda yang ingin menanam bunga matahari di rumah untuk dipanen bijinya, ini panduannya:
- Pilih Varietas yang Tepat
Pilih varietas bunga matahari yang berbiji besar dan produktif, seperti:
1. Mammoth Grey Stripe
2. Giganteus
3. Russian Giant
Varietas ini memiliki kepala bunga besar dengan biji penuh daging, ideal untuk konsumsi atau diolah lebih lanjut.
Baca Juga: Ular Santai di Atas Kulkas Buat Ibu Rumah Tangga di Bintan Panik
- Waktu Tanam yang Ideal
Bunga matahari tumbuh paling baik pada musim kemarau atau saat matahari bersinar penuh setiap hari. Di Indonesia, waktu tanam terbaik saat akhir musim hujan hingga awal musim kemarau, sekitar Maret hingga Mei.
- Persiapan Lahan dan Media Tanam
Tanaman ini membutuhkan tanah yang gembur, kaya nutrisi, dan memiliki drainase baik. Jika menanam di pot atau polybag, gunakan campuran tanah taman, kompos, dan pasir dengan perbandingan 2:1:1.
- Penanaman Benih
1. Tanam benih langsung ke tanah sedalam 2–3 cm
2. Beri jarak 30–45 cm antar tanaman
3. Siram dengan air secukupnya setiap pagi dan sore
4. Benih akan mulai tumbuh dalam 5–10 hari tergantung suhu dan kelembapan.
- Perawatan Rutin
Lakukan secara rutin, tapi hindari tanah becek saat menyiram.
Gunakan pupuk organik atau NPK sebulan sekali.
Singkirkan gulma agar nutrisi tidak terserap tanaman liar.
Untuk bunga besar, gunakan ajir agar batang tidak roboh.
- Panen Biji Bunga Matahari
Bunga matahari siap dipanen ketika bagian belakang kepala bunga mengering dan berwarna cokelat, biji terlihat penuh dan keras, dan beberapa kelopak mulai rontok. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak