Batampos - Terapi moksibusi merupakan pengobatan alternatif masa lampau asal Tiongkok yang dipercaya hingga kini. Terapi ini menggunakan tanaman moxa atau moksa yang manfaatnya untuk kesehatan dipercaya berbagai kalangan. Terapi ini juga sering digunakan ibu hamil saat janin sungsang atau breech.
Studi Cochrane 2023 menunjukkan bukti bahwa moksibusi dapat menurunkan kemungkinan janin tetap sungsang, meski efeknya terhadap keperluan sesi versa eksternal (ECV) atau operasi caesar belum konklusif.
Namun, mekanismenya mungkin karena panas dari moxa merangsang hormon seperti estrogen dan prostaglandin yang meningkatkan pergerakan janin dalam perut sang ibu.
Ada pun cara kerja dan metode pelaksanaannya yaitu:
- Moksibusi langsung, kerucut moxa diletakkan di kulit hingga muncul kemerahan, kemudian segera diangkat.
- Tidak langsung, moxa dibakar dekat kulit dengan jarak 2 atau 3 cm di atas permukaan kulit atau diletakkan di ujung jarum akupunktur.
Bisa juga menggunakan bumbu tambahan seperti jahe atau garam sebagai bantalan panas.
Meski relatif aman jika dilakukan pakar, moksibusi membawa beberapa risiko:
- Luka bakar dan bekas luka
Terutama jika terlalu dekat atau lama diterapkan.
- Infeksi dan iritasi
Bisa muncul jika alat kurang steril atau penderita alergi mugwort.
- Iritasi saluran pernapasan
Asap moxa (mengandung CO, NO₂, dan partikel) dapat memicu batuk atau alergi serta gangguan paru-paru.Dianjurkan ventilasi baik atau menggunakan moxa tanpa asap atau elektrik.
- Risiko spesifik untuk ibu hamil
Beberapa laporan menyebut komplikasi serius seperti fetal distress, persalinan prematur. (*)