Batampos - Musim panas identik dengan cuaca cerah dan aktivitas luar ruangan yang menyenangkan. Namun, di balik teriknya sinar matahari, ada satu risiko kesehatan yang sering diabaikan, yakni heatstroke atau serangan panas.
Heatstroke bisa berakibat fatal jika tidak ditangani segera. Karenanya, penting bagi masyarakat untuk mengenali gejala heatstroke dan mengetahui cara pencegahannya, terutama saat suhu udara melonjak drastis.
Menurut World Health Organization (WHO) dan CDC (Centers for Disease Control and Prevention), heatstroke adalah kondisi darurat medis yang terjadi ketika tubuh tidak mampu mengatur suhu internal, dan suhu tubuh meningkat hingga lebih dari 40°C atau 104°F.
Baca Juga: Daftar Rp250 Ribu Perorang, Puluhan Pelajar SMK di Tanjungpinang Diduga Tertipu Seminar Bodong
"Heatstroke dapat menyebabkan kerusakan pada otak, jantung, ginjal, dan otot. Penanganan yang lambat dapat meningkatkan risiko komplikasi serius bahkan kematian," demikian menurut
Centers for Disease Control and Prevention (CDC).
Berikut gejala Hearstroke yang perlu diwaspadai agar Anda bisa segera mengambil tindakan, yakni:
- Demam tinggi (suhu tubuh > 40°C)
- Kulit memerah, panas, dan kering(tidak berkeringat)
- Sakit kepala berdenyut
- Mual atau muntah
- Detak jantung cepat
- Kebingungan, disorientasi, atau pingsan
- Kejang otot atau kehilangan kesadaran
Untuk menghindari heatstroke saat musim panas, lakukan beberapa langkah pencegahan berikut:
- Minum air putih secara teratur, bahkan jika tidak merasa haus.
- Gunakan pakaian ringan dan pelindung matahari, seperti topi dan kacamata hitam.
- Hindari aktivitas berat pada jam-jam panas, terutama antara pukul 11.00 hingga 15.00.
- Gunakan tabir surya (SPF 30 atau lebih) untuk mencegah luka bakar akibat sinar UV.
- Cari tempat teduh atau ruangan ber-AC saat suhu mulai naik.
- Lindungi anak-anak dan lansia, karena mereka lebih rentan terhadap panas ekstrem. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak