Batampos - Kerupuk sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kuliner Indonesia. Hampir di setiap meja makan, Anda bisa menemukan kerupuk sebagai pelengkap hidangan. Suaranya yang renyah saat menikmatinya serta cita rasanya yang gurih, menjadikannya makanan ringan sekaligus teman setia berbagai sajian Nusantara.
Namun, tahukah kamu bahwa kerupuk memiliki sejarah panjang yang menarik untuk ditelusuri? Sejarah kerupuk diyakini sudah ada sejak masa kerajaan dimulai Jawa. Catatan sejarah menyebutkan, makanan serupa kerupuk sudah dikonsumsi sejak abad ke-9 Masehi pada masa Kerajaan Sunda.
Awalnya, kerupuk dibuat dari sisa nasi atau singkong yang dikeringkan lalu digoreng agar tidak terbuang percuma. Seiring berjalannya waktu, kerupuk berkembang dengan berbagai bahan dasar lain seperti udang, ikan tenggiri, kulit sapi, hingga sayuran.
Tradisi membuat kerupuk juga menyebar ke berbagai daerah di Nusantara, menghasilkan kerupuk khas dengan cita rasa berbeda-beda dari berbagai daerah atau provinsi di Indonesia.
Kerupuk dalam Budaya Indonesia
Kerupuk bukan sekadar makanan ringan. Ia sudah menjadi bagian dari budaya makan orang Indonesia. Ada pepatah populer yang mengatakan bahwa "makan tanpa kerupuk terasa kurang lengkap." Bahkan di warung-warung makan sederhana hingga restoran besar, kerupuk selalu hadir sebagai pelengkap hidangan.
Selain itu, kerupuk juga hadir dalam tradisi permainan rakyat, misalnya lomba makan kerupuk yang identik dengan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia setiap 17 Agustus. Hal ini semakin menguatkan posisi kerupuk sebagai simbol kebersamaan dan keceriaan.
Setiap daerah di Indonesia memiliki jenis kerupuk khas, di antaranya:
- Kerupuk Udang – terkenal dari Sidoarjo, Jawa Timur.
- Kerupuk Ikan – banyak ditemukan di Sumatera dan Kalimantan.
- Kerupuk Kulit (Rambak) – populer di Jawa Tengah dan Jawa Barat.
- Kerupuk Kemplang – khas Palembang, biasanya dipanggang bukan digoreng.
- Kerupuk Gendar – berbahan nasi sisa yang difermentasi, populer di Jawa.
Keragaman kerupuk ini menunjukkan betapa dalamnya keterikatan makanan sederhana ini dengan identitas kuliner Indonesia.
Baca Juga: Harga Beras Mulai Naik Jadi Keluhan Warga Batam
Kini, kerupuk tidak hanya menjadi teman makan, tetapi juga bahan olahan kuliner modern. Seblak, misalnya, adalah hidangan populer berbahan dasar kerupuk basah yang dibumbui pedas khas Bandung. Kerupuk pun diekspor ke berbagai negara, menjadikannya salah satu produk kuliner Indonesia yang mendunia.
Kerupuk telah melalui perjalanan panjang dari kudapan sederhana berbahan sisa hingga menjadi ikon kuliner Nusantara. Ia bukan hanya pelengkap makanan, tetapi juga bagian dari budaya dan tradisi bangsa Indonesia. Membahas asal-usul kerupuk, bagaimana ia menjadi bagian penting dari kuliner Nusantara, dan perannya dalam budaya makan orang Indonesia. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak