Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

7 Penyebab Ngorok yang Jarang Diketahui, Bukan Hanya karena Lelah

Ichwanul Fazmi • Senin, 25 Agustus 2025 | 19:19 WIB

ILUSTRASI. Tidur mendengkur atau ngorok, bisa jadi ada gangguan pada kesehatan.
ILUSTRASI. Tidur mendengkur atau ngorok, bisa jadi ada gangguan pada kesehatan.
batampos - Ngorok atau mendengkur sering dianggap hal biasa. Bahkan kadang dianggap tanda tidur nyenyak.

Padahal, kebiasaan ngorok bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan tertentu. Umumnya, ngorok terjadi karena adanya getaran pada jaringan di saluran pernapasan akibat aliran udara yang tidak lancar.

Banyak orang berpikir penyebab ngorok hanya karena kelelahan, padahal faktanya ada faktor lain yang lebih kompleks. Berikut 7 penyebab ngorok yang jarang diketahui:

1. Berat Badan Berlebih (Obesitas)

Penumpukan lemak di sekitar leher dapat mempersempit saluran pernapasan. Akibatnya, udara yang lewat menjadi terhambat dan menimbulkan getaran yang menghasilkan suara ngorok.

2. Bentuk Hidung atau Saluran Pernapasan yang Tidak Normal

Kelainan struktural, seperti deviasi septum (dinding pemisah lubang hidung yang miring) atau polip hidung, bisa menyebabkan sumbatan aliran udara sehingga memicu dengkuran.

3. Kebiasaan Mengonsumsi Alkohol dan Merokok

Alkohol membuat otot tenggorokan lebih rileks, sedangkan rokok dapat mengiritasi saluran pernapasan. Kombinasi keduanya bisa memperparah dengkuran saat tidur.

4. Posisi Tidur yang Salah

Tidur telentang membuat lidah dan jaringan lunak di tenggorokan lebih mudah jatuh ke belakang, menyempitkan saluran napas, sehingga dengkuran lebih sering terjadi.

5. Masalah pada Amandel atau Adenoid

Amandel atau adenoid yang membesar dapat menghalangi saluran napas, terutama pada anak-anak. Kondisi ini sering membuat anak tidur sambil ngorok.

6. Gangguan Tidur Seperti Sleep Apnea

Ngorok bisa menjadi tanda dari obstructive sleep apnea (OSA), yaitu kondisi ketika pernapasan berhenti sesaat selama tidur. OSA berbahaya karena dapat meningkatkan risiko hipertensi, serangan jantung, hingga stroke.

7. Faktor Usia

Seiring bertambahnya usia, otot-otot tenggorokan dan lidah menjadi lebih lemah. Kondisi ini membuat getaran di saluran pernapasan lebih mudah terjadi saat tidur, sehingga ngorok semakin sering terdengar.

Jika dengkuran sering terjadi, apalagi disertai sesak napas atau terbangun tiba-tiba, sebaiknya segera konsultasi ke dokter. Mengubah gaya hidup sehat, menjaga berat badan ideal, dan memperbaiki posisi tidur bisa membantu mengurangi kebiasaan ngorok. (*)

Editor : Ichwanul Fazmi
#kesehatan #ngorok #dengkuran