Padahal, kebiasaan ngorok bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan tertentu. Umumnya, ngorok terjadi karena adanya getaran pada jaringan di saluran pernapasan akibat aliran udara yang tidak lancar.
Banyak orang berpikir penyebab ngorok hanya karena kelelahan, padahal faktanya ada faktor lain yang lebih kompleks. Berikut 7 penyebab ngorok yang jarang diketahui:
1. Berat Badan Berlebih (Obesitas)
Penumpukan lemak di sekitar leher dapat mempersempit saluran pernapasan. Akibatnya, udara yang lewat menjadi terhambat dan menimbulkan getaran yang menghasilkan suara ngorok.
2. Bentuk Hidung atau Saluran Pernapasan yang Tidak Normal
Kelainan struktural, seperti deviasi septum (dinding pemisah lubang hidung yang miring) atau polip hidung, bisa menyebabkan sumbatan aliran udara sehingga memicu dengkuran.
3. Kebiasaan Mengonsumsi Alkohol dan Merokok
Alkohol membuat otot tenggorokan lebih rileks, sedangkan rokok dapat mengiritasi saluran pernapasan. Kombinasi keduanya bisa memperparah dengkuran saat tidur.
4. Posisi Tidur yang Salah
Tidur telentang membuat lidah dan jaringan lunak di tenggorokan lebih mudah jatuh ke belakang, menyempitkan saluran napas, sehingga dengkuran lebih sering terjadi.
5. Masalah pada Amandel atau Adenoid
Amandel atau adenoid yang membesar dapat menghalangi saluran napas, terutama pada anak-anak. Kondisi ini sering membuat anak tidur sambil ngorok.
6. Gangguan Tidur Seperti Sleep Apnea
Ngorok bisa menjadi tanda dari obstructive sleep apnea (OSA), yaitu kondisi ketika pernapasan berhenti sesaat selama tidur. OSA berbahaya karena dapat meningkatkan risiko hipertensi, serangan jantung, hingga stroke.
7. Faktor Usia
Seiring bertambahnya usia, otot-otot tenggorokan dan lidah menjadi lebih lemah. Kondisi ini membuat getaran di saluran pernapasan lebih mudah terjadi saat tidur, sehingga ngorok semakin sering terdengar.
Jika dengkuran sering terjadi, apalagi disertai sesak napas atau terbangun tiba-tiba, sebaiknya segera konsultasi ke dokter. Mengubah gaya hidup sehat, menjaga berat badan ideal, dan memperbaiki posisi tidur bisa membantu mengurangi kebiasaan ngorok. (*)
Editor : Ichwanul Fazmi