Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Mengenal Istilah Tone Deaf yang Sedang Viral, Ini Artinya di Musik dan Media Sosial

Juliana Belence • Sabtu, 6 September 2025 | 12:00 WIB
Photo
Photo

batampos - Belakangan ini, istilah "tone deaf" ramai diperbincangkan publik di media sosial. Aksi demonstrasi 28 Agustus lalu membuat beberapa masyarakat ada yang ikut menyuarakan aspirasinya dan ada yang terdiam saja.

Publik kemudian menyebutkan istilah tone deaf kepada masyarakat yang tidak peduli dengan kejadian tersebut. Tone deaf merupakan kata untuk menyindir perilaku seseorang yang dianggap tidak peka terhadap situasi.

Dilansir dari dictionary.com, tone deaf awalnya merujuk pada kondisi seseorang yang tidak mampu membedakan nada dalam musik. Dalam dunia medis, hal ini dikenal sebagai amusia, yakni gangguan pada otak dalam memproses nada dan melodi.

Di luar konteks musik, tone deaf kini lebih sering digunakan secara kiasan. Istilah ini dipakai untuk menyebut seseorang yang tidak peka, gagal membaca situasi, atau tidak memahami perasaan orang lain.

Istilah ini dipakai untuk menggambarkan seseorang yang tak peka atau tak sadar terhadap perasaaan, norma, maupun situasi publik yang sedang berkembang. Bisa diartikan sebagai kurang mampu membaca suasana.

Biasanya istilah ini dipakai ketika ada figur publik yang memamerkan kemewahan atau bungkam di tengah kondisi masyarakat yang sedang sulit secara ekonomi. Kondisi Indonesia saat ini juga menyorot beberapa figur publik yang hanya diam tidak ikut menyuarakan aspirasinya.

Tone deaf akhirnya menjadi bahasa viral terbaru di dunia maya. Istilah ini menjadi symbol penting untuk mengingatkan kita agar lebih bijak dan peka dalam bersikap, terutama di era digital.(*)

Editor : Tunggul Manurung
#tone deaf