Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Tunggu Harga Rumah Turun Baru Beli? Anda Rugi!

Chahaya Simanjuntak • Minggu, 30 November 2025 | 17:12 WIB

ILUSTRASI pasangan hitung-hitungan saat ingin membeli rumah.
ILUSTRASI pasangan hitung-hitungan saat ingin membeli rumah.

Batampos - Banyak orang menunda membeli rumah karena berharap harga properti suatu hari nanti bakal crash atau turun harga. Iya sih, impian harga rumah turun drastis itu menggoda. Tapi, menurut para ahli, menunggu keajaiban itu datang justru bisa bikin kita rugi secara perlahan.

Survei 2024 menunjukkan, lebih dari sepertiga orang berharap harga properti seperti rumah anjlok lalu membelinya. Banyak juga penyewa yang yakin baru bisa beli rumah kalau pasar benar-benar jatuh. Namun realitanya, skenario itu sering kali hanya jadi angan-angan. Harga rumah justru mengalami kenaikan.

Bayangkan begini: Anda menunggu harga turun supaya bisa beli lebih murah. Tapi kalau ternyata crash tidak pernah terjadi? Pada akhirnya Anda justru membayar lebih mahal.

"Saya sudah lihat banyak orang kehilangan peluang karena menunggu crash yang tidak muncul-muncul," ujar Evan Harlow, seorang realtor seperti dikutip dari Investopedia, Minggu (30/11/2025)

"Kalau terlalu banyak menunda, itu justru bisa merugikan," tegasnya.

Prediksi pasar juga menyebutkan harga rumah masih akan naik beberapa persen lagi dalam beberapa tahun ke depan. Secara historis pun, harga rumah cenderung naik sekitar 4 persen setiap tahun. Jadi, makin lama menunda, makin jauh harga larinya.

Dan jangan lupa, bagi Anda yang memilih mengontrak rumah sementara sembari menunggu harga rumah incaran jatuh, selama Anda membayar sewa setiap bulan, Anda sebenarnya tidak sedang membangun apa pun hanya membantu pemilik rumah menumbuhkan ekuitasnya.

Kenaikan harga rumah juga ditemani naiknya suku bunga, yang otomatis menurunkan daya beli calon pembeli. Kenaikan 1 persen bunga saja bisa mengurangi kemampuan membeli hampir 10 persen.

Tapi bukan berarti harus menyerah. Banyak pakar menyarankan strategi sederhana seperti "Beli sekarang, refinansikan nanti.”

Baca Juga: Inovasi Pewarna Alami Mangrove untuk Batik Diluncurkan di Bintan

Anda tidak bisa mengendalikan suku bunga, tapi Anda bisa mengendalikan kapan membeli. Kalau rumahnya pas dan kemampuan finansial mencukupi, membeli lebih cepat sering kali lebih menguntungkan daripada menunggu waktu “paling ideal” yang tidak pasti kapan datangnya.

Memang, menyimpan uang DP di tabungan atau investasi bisa membuatnya bertambah. Tapi apakah pertambahannya cukup cepat dibanding kenaikan harga rumah?

Di pasar properti, harga rumah bisa naik begitu cepat hingga kenaikannya dalam setahun saja bisa menghapus hasil tabungan Anda selama bertahun-tahun.

Banyak pakar properti juga menyarankan memanfaatkan program bantuan uang muka, sehingga Anda bisa masuk ke pasar lebih cepat sambil tetap membangun ekuitas. Intinya jangan coba timing the market, fokus saja pada kesiapan Anda dan beranilah mengambil risiko. Membeli sekarang bisa jadi langkah terbaik untuk masa depan finansial Anda. (*)

 

Editor : Chahaya Simanjuntak
#harga rumah #tips beli rumah #investasi properti