Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Valentine Tak Dirayakan Bebas, Ini Daftar Negara yang Melarang dan Membatasi Perayaannya

Juliana Belence • Jumat, 13 Februari 2026 | 11:15 WIB
Ilustrasi perayaan Hari Valentine.
Ilustrasi perayaan Hari Valentine.

batampos - Hari Valentine yang diperingati setiap 14 Februari identik dengan bunga, cokelat, dan ungkapan kasih sayang. Momen ini menjadi bagian dari budaya populer dan perayaan komersial tahunan.

Sejumlah negara justru mengambil langkah tegas dengan melarang atau membatasi perayaan Hari Valentine.

Daftar Negara yang Melarang dan Membatasi Perayaan Hari Valentine

1. Iran

Pemerintah Iran secara resmi melarang produksi, distribusi, dan promosi barang yang berkaitan dengan Hari Valentine.

Alasan utamanya adalah pandangan bahwa perayaan tersebut merupakan pengaruh budaya Barat yang tidak sesuai dengan nilai budaya Islam di Iran.

2. Pakistan

Keputusan Pengadilan Tinggi Islamabad melarang perayaan Valentine di tempat umum. Bahkan melarang media mempromosikan acara terkait Hari Valentine.

3. Uzbekistan

Negara ini secara resmi mendorong warganya untuk tidak merayakan Hari Valentine. Sejak 2012, otoritas pendidikan mengeluarkan arahan yang melarang perayaan ini di lingkungan sekolah.

4. Malaysia

Tidak ada undang - undang yang melarang Valentine, tetapi otoritas Islam mengeluarkan fatwa yang melarang umat Muslim merayakannya.

Pemerintah dan badan keagamaan melakukan kampanye anti Valentine untuk menekan hari tersebut membawa dampak negatif terhadap moral masyarakat muda.

Beberapa negara lain juga tidak merayakan Hari Valentine secara umum:

- Afghanistan (Perayaan tidak umum karena norma konservatif masyarakat)

- Brunei (Perayaan publik dianggap bertentangan dengan hukum syariah)

- Qatar (Perayaan publik jarang terlihat karena norma budaya atau agama)

- Somalia & Mauritania (Hari Valentine tidak menjadi tradisi umum masyarakat)

Alasan utama pelarangan umumnya berkaitan dengan faktor agama, nilai budaya lokal, serta penolakan terhadap pengaruh budaya Barat yang dianggap tidak sejalan dengan norma masyarakat setempat.

Perayaan Hari Valentine bersifat relatif dan sangat bergantung pada kebijakan pemerintah, otoritas agama, serta konteks sosial budaya di masing - masing negara.(*)

 

Editor : Juliana Belence
#melarang #agama #14 Februari #Hari Valentine #Negara